Cloud with nez alert trading.

Transformasi Konsep Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia: Dari Politik Dinasti ke Politik Pendidikan

Mohammad Imam Farisi

Abstract


IKHTISAR: Bhinneka Tunggal Ika adalah sebuah produk politik kerajaan atau negara untuk membangun toleransi kehidupan beragama. Artikel ini menganalisis dan mendeskripsikan tentang pembelajaran konsep Bhinneka Tunggal Ika yang terdapat dalam buku-buku teks IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) di SD (Sekolah Dasar). Analisis menggunakan metode kualitatif-interpretif yang memfokuskan pada analisis isi “narasi-narasi tekstual” di dalam enam buku teks elektronik IPS-SD kelas I hingga VI SD dan MI (Madrasah Ibtidaiyah), yang telah dinilai dan ditetapkan kelayakannya oleh BSNP — KEMENDIKBUD RI (Badan Standar Nasional Pendidikan — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) sebagai buku pegangan siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa buku-buku teks IPS-SD telah melakukan ekstrapolasi konseptual dan fungsional tentang konsep Bhinneka Tunggal Ika pada aspek sosial, ekonomi, budaya, dan seni di dalam kehidupan personal, keluarga, sekolah, masyarakat sekitar, dan negara-bangsa. Ia juga mampu mengubahnya dari sebuah doktrin politik kerajaan atau kenegaraan menjadi sebuah doktrin pendidikan; dan dari konsep ideologis untuk kepentingan politik kerajaan atau kenegaraan menjadi konsep pedagogis untuk kepentingan dan tujuan pendidikan kewarganegaraan.

KATA KUNCI: Bhinneka tunggal ika, ekstrapolasi dan transformasi, doktrin politik kerajaan, ilmu pengetahuan sosial, siswa sekolah dasar, dan pendidikan kewarganegaraan.

ABSTRACT: “The Transformation of Unity in Diversity Concept in Indonesia: From Politic of Dinasty to Politic of Education”. Unity in diversity is a political product of dynasty or state for building a religious tolerance. This paper analyses and describes on teaching the concepts of unity in diversity in the Social Studies textbooks at Elementary School, by using a qualitative-interpretive method. It focuses on to the content analyses of “textual narrations” in the six electronic textbooks of Social Studies at grade I to VI of Elementary School and MI (Islamic Elementary School), which have evaluated and justified by National Education Standards Agency, Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesian, as the student’s handbook. The results of analyses show that Social Studies textbooks at the Elementary School made conceptual and functional extrapolations about unity in diversity of social, economic, culture, and arts aspects in personal, family, school, surround community, and the nation-state live. It is also able to change of it from a dynasty or state political doctrine to the educational doctrine; and from an ideological concept for dynasty purposes to a pedagogical concept for citizenship education purposes.

KEY WORD: Unity in diversity, extrapolation and transformation, kingdom political doctrine, social studies, elementary school students, and citizenship education.

About the author: Dr. Mohammad Imam Farisi adalah Dosen Jurusan Pendidikan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UPBJJ-UT (Unit Pendidikan Belajar Jarak Jauh — Universitas Terbuka) Surabaya, Kampus C UNAIR (Universitas Airlangga) di Kota Surabaya 60115, Jawa Timur, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis bisa dihubungi dengan alamat emel: imamfarisi@ut.ac.id

How to cite this article? Imam Farisi, Mohammad. (2015). “Transformasi Konsep Bhinneka Tunggal Ika di Indonesia: Dari Politik Dinasti ke Politik Pendidikan” in SUSURGALUR: Jurnal Kajian Sejarah & Pendidikan Sejarah, Vol.2(2), Maret, pp.129-146. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UBD Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, ISSN 2302-5808.

Chronicle of the article: Accepted (October 9, 2014); Revised (December 9, 2014); and Published (March 24, 2015).


Full Text:

PDF

References


Ali, M. (2011). “Muslim Diversity: Islam and Local Tradition in Java and Sulawesi, Indonesia” dalam Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 1(1), hlm.1-35.

Batubara, Ch. (1999). “Islam and Mystical Movements in Post-Independence Indonesia: Susila Budhi Dharma (Subud) and Its Doctrines”. Unpublished Thesis submitted to the Faculty of Graduate Studies and Research in partial fulfillment of the requirements of the degree of Master of Arts at McGill University, Montreal, Canada.

Bowen, J.R. (1986). “On the Political Construction of Tradition: Gotong Royong in Indonesia” dalam Journal of Asian Studies, XLV(3), hlm.545-561.

Budiqiyanto, J. (2005). “Tinjauan tentang Perkembangan Pengaruh Local Genius dalam Seni Bangunan Sakral (Keagamaan) di Indonesia” dalam Ornamen, 2(1), hlm.24-35.

Budiqiyanto, J. (2011). ”Tinjauan Historis Perkembangan Rumah Tradisional Jawa” dalam Gelar: Jurnal Seni dan Budaya, 9(1), hlm.17-29.

Crawford, K. (2003a). “Culture Wars: Serbian History Textbooks and the Construction of National Identity” dalam International Journal of Historical Learning, Teaching, and Research, 3(2), hlm.43-52.

Crawford, K. (2003b). “The Role and Purpose of Textbooks” dalam International Journal of Historical Learning, Teaching, and Research, 3(2), hlm.5-10.

Depdiknas RI [Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia]. (2007). Naskah Akademik Kajian Kebijakan Kurikulum: Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Jakarta: Balibang [Badan Penelitian dan Pengembangan] — Pusat Kurikulum, Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Ellis, A.K. (1998). Teaching and Learning Elementary Social Studies. Boston: Allyn & Bacon, sixth edition.

Emerson, R.M. (1976). “Social Exchange Theory” dalam Annual Review of Sociology, 2, hlm.335-362.

Ensink, J. (1974). “Sutasomas Teachings to Gajavaktra: The Snakes and the Tigers” dalam Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, 130(2/3), hlm.195-226.

Fahruddin, A. (2013). “Saiwasiddhanta: Penelusuran Aliran Siwaisme di Jawa Timur Periode Klasik” dalam Avatara, 1(2), hlm.241-254.

Field, J. & S. Nearing. (2007). “Community Civics”. Tersedia [online] juga di: http://www.archive.org/details/communitycivics00fieliala [diakses di Surabaya, Indonesia: 25 Agustus 2014].

Frank, L.K. (1944). “What Social Order” dalam American Journal of Sociology, 49(5), hlm.470-477.

Gall, M.D., S.P. Gall & W.R. Borg. (2003). Educational Research: An Introduction. Boston: Pearson Education, Inc.

Geertz, C. (1983). Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: PT Pustaka Jaya, Terjemahan Aswab Mahasin.

Gonda, J. (1973). Sanskrit in Indonesia. New Delhi: International Academy of Indian Culture.

Hastowiyono. (2005). “Kemandirian, Keberlangsungan Hidup, dan Pembaharuan Desa”. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional dalam rangka Dies Natalis ke-40 STPMD “APMD” Yogyakarta, pada tanggal 16 November.

Haydey, D.C., B.L. Zakaluk & S. Straw. (2010). “The Changing Face of Content Area Teaching” dalam Journal of Applied Research on Learning, 3, hlm.1-29.

Hechter, M. & C. Horne [eds]. (2003). Theories of Social Order: A Reader. CA: Stanford University Press.

http://bse.kemdikbud.go.id/ [diakses di Surabaya, Indonesia: 31 Agustus 2014].

Kern, J.H.C & W.H. Rassers. (1982). Civa dan Buddha: Dua Karangan tentang Civasime dan Buddhisme di Indonesia. Jakarta: Penerbit Djambatan, Terjemahan KITLV.

Khine, M.S. [ed]. (2013). Critical Analysis of Science Textbooks: Evaluating Instructional Effectiveness. New York — Heidelberg: Springer.

Koentjaraningrat. (1974). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Penerbit Gramedia.

Kolovou, A., M. Heuvel-Panhuizen & A. Bakker. (2009). “Non-Routine Problem Solving Tasks in Primary School Mathematics Textbooks: A Needle in a Haystack” dalam Mediterranean Journal for Research in Mathematics Education, 8(2), hlm.31-68.

Krom, N.J. (1923). Inleiding tat de Hindoe-Javaansche Kunst: Tweede Herziene Druk, Deel I. Leiden: ‘s-Gravenhage, Martinus Nijhoff.

Lalonde, R. (1994). “Unity in Diversity: Acceptance and Integration in an Era of Intolerance and Fragmentation”. Unpublished M.A. Thesis. Ottawa, Ontario, Canada: Department of Geography CU [Carleton University].

Lebrun, J. et al. (2002). “Past and Current Trends in the Analysis of Textbooks in a Quebec Context” dalam Curriculum Inquiry, Vol.32(1), hlm.51-83.

Lestari, W. (2000). “The Role of Local Genius in the Local Art” dalam Harmonia: Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni, 1(2), hlm.29-37.

Mastuti, D.W.R. & H. Bramantyo. (2009). Mpu Tantular: Kakawin Sutasoma. Depok: Komunitas Bambu.

McMillan, J. & S. Schumacher. (2001). Research in Education. New York: Longman.

Mendiknas RI [Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia]. (2005). Permendiknas RI (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia) No.11/2005 tentang Buku Teks Pelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Mendiknas RI [Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia]. (2008). Permendiknas RI (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia) No.2/2008 tentang Buku. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.

Mertamupu. (2011). “Bhineka Tunggal Ika: Asli Konsep Ketuhanan”. Tersedia [online] juga di: http://filsafat.kompasiana.com/2011/11/26/bhineka-tunggal-ika-asli-konsep-ketuhanan-416296.html [diakses di Surabaya, Indonesia: 29 Oktober 2014].

Miles, M.B. & A.M. Huberman. (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber tentang Metode-metode Baru. Jakata: UI [Universitas Indonesia] Press, Diterjemahkan oleh Tjetjep Rohendi Rohidi.

Mohammed, S.K. (2009). “The Role of Perception in Fostering or Impeding the Unity through Diversity” dalam Proceedings of the Euro-Mediterranean Student Research Multi-conference Unity and Diversity of Euro-Mediterranean Identities. Nablus, Palestine: June 9.

Mulder, N. (1997). Individu, Masyarakat, dan Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, Diterjemahkan oleh A. Widyamartaya.

Mulyana, S. (2006). Nagara Kretagama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bharata — Karya Aksara.

Munandar, A. (2005). “Kesejajaran Arsitektur Bangunan Suci

India dan Jawa Kuna”. Makalah dalam Simposium tentang Ikatan Kebudayaan antara Indonesia dengan India, yang diselenggarakan oleh Pusat Kebudayaan India Jawaharlal Nehru (Kedutaan Besar India), bekerja sama dengan Universitas Indonesia dan Bhaskara, di Auditorium Erasmus Huis, Jakarta, pada tanggal 30 Maret.

Munandar, A.A. (2010). “Gaya Arsitektur Candi di Jawa Abad ke-8 — 15 M” dalam Majalah Arkeologi Indonesia. Tersedia [online] juga di: https://hurahura.wordpress.com/2010/04/19/gaya-arsitektur-candi-di-jawa-abad-ke-8-15-m/ [diakses di Surabaya, Indonesia: 29 Oktober 2014].

NI [Network Indonesia]. (2002). “Central Java from the 8th to the 10th Century”. Tersedia [online] juga di: http://users.skynet.be/network.indonesia/ni4001c4.htm [diakses di Surabaya, Indonesia: 28 Mei 2014].

Nicholls, J. (2005). “The Philosophical Underpinnings of School Textbook Research” dalam Paradigm, 3(1), hlm.24-35.

Nursa’ban, N. & Rusmawan. (2008). Ilmu Pengetahuan Sosial 3 untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Kelas III. Jakarta: Pusat Perbukuan — Depdiknas RI [Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia].

Nursa’ban, N. & Rusmawan. (2010a). Ilmu Pengetahuan Sosial 1 untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Kelas I. Jakarta: Pusat Perbukuan — Kemendiknas RI [Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia].

Nursa’ban, N. & Rusmawan. (2010b). Ilmu Pengetahuan Sosial 2 untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Kelas II. Jakarta: Pusat Perbukuan — Kemendiknas RI [Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia].

Pasya, G.K. (2013). “Gotong Royong dalam Kehidupan Masyarakat”. Tersedia [online] juga di: https://sosiologi.upi.edu/artikelpdf/gotongroyong.pdf‎ [diakses di Surabaya, Indonesia: 30 Oktober 2014].

Pigeaud, Th. (1962). Java in the Fourteen Century: A Study in Cultural History, the Negarakertagama by Rakawi Prapanca of Majapahit, 1365 AD, Vol. 5. The Hague: Martinus Nijhoff.

Pijper, J. (1984). Beberapa Studi tentang Sejarah Islam di Indonesia, 1900-1950. Jakarta: UI [Universitas Indonesia] Press, Terjemahan.

Pranadji, T. (2006). “Penguatan Modal Sosial untuk Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan dalam Pengelolaan Agroekosistem Lahan Kering” dalam Jurnal Agro Ekonomi, 24(2), hlm.178-206.

Repoussi, M. & N. Tutiaux-Guillon. (2010). “New Trends in History Textbook Research: Issues and Methodologies toward a School Historiography” dalam Journal of Educational Media, Memory, and Society, 2(1), hlm.154-170.

Reuben, J.A. (1997). “Beyond Politics: Community Civics and the Redefinition of Citizenship in the Progressive Era” dalam History of Education Quarterly, 37(4), hlm.399-420.

Robson, S. (2008). Arjunawiwāha: The Marriage of Arjuna of Mpu Kanwa. Leiden: KITLV Press.

Ruminiati. (2010). “Implikasi Teori Sosiobiologis dan Budaya Patriarkhi dalam Pembelajaran IPS-SD Berbasis Jender”. Teks Pidato Pengukuhan Guru Besar. Malang, Jawa Timur: FIP UM [Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang].

Santoso, S. (1975). Sutasoma: A Study in Old Javanese Wajrayana. New Delhi: International Academy of Indian Culture [Śata-pitaka, Indo-Asian Literatures 213].

Setyowati, N. & O. Jatiningsih. (2007). “Pendidikan Jender bagi Calon Guru SD dalam Rangka Penyiapannya Menjadi Agen Sosialisasi Jender di Sekolah dalam Rangka Pendekonstruksian Nilai Jender pada Anak Menuju Tatanan Kehidupan yang Egalitarian” dalam Jurnal Pelangi Ilmu, 1(1), hlm.27-49.

Stafford, L. (2008). “Social Exchange Theories” dalam Leslie A. Baxter & Dawn O. Braithwaite [eds]. Engaging Theories in Interpersonal Communication: Multiple perspectives. USA [United States of America]: Thousand Oaks, hlm.377-389.

Stemler, S. (2012). “An Overview of Content Analysis” dalam Practical Assessment, Research & Evaluation, 7(1), hlm.1-10.

Supomo, S. (1972). “Lord of the Mountains in the Fourteenth Century Kakawin” dalam Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, 128(2/3), hlm.281-297.

Suramang, A. (2011). “Kebhinekaan dalam Sutasoma”. Tersedia [online] juga di: http://www.indonesiaseni.com/index.php?option=com_content&view=art [diakses di Surabaya, Indonesia: 25 Agustus 2014].

Suranti & Eko Setiawan Saptriarso. (2009a). Ilmu Pengetahuan Sosial 4 untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan — Depdiknas [Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia].

Suranti & Eko Setiawan Saptriarso. (2009b). Ilmu Pengetahuan Sosial 5 untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan — Depdiknas RI [Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia].

Suranti & Eko Setiawan Saptriarso. (2009c). Ilmu Pengetahuan Sosial 6 untuk Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah Kelas VI. Jakarta: Pusat Perbukuan — Depdiknas RI [Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia].

Taba, H. (1967). A Teacher’s Handbook to Elementary Social Studies. Palo Alto, CA: Addison-Wesley.

Tanudirjo, Daud A. (2003). “Warisan Budaya untuk Semua: Arah Kebijakan Pengelola Warisan Budaya Indonesia di Masa Mendatang”. Tersedia [online] juga di: http://arkeologi.fib.ugm.ac.id/old/download/1211776349daud-kongres%20kebud.pdf [diakses di Surabaya, Indonesia: 29 Oktober 2014].

Titib, I.M. (2004). “Dimensi Etika dan Moralitas Masa Depan Kebangsaan Indonesia”. Tersedia [online] juga di: http://www.parisada.org/index.php?option=com_content&task=view&id=505&Itemid=29 [diakses di Surabaya, Indonesia: 29 Oktober 2014].

van der Meij, D. (2011). “Kakawin Sutasoma and Kakawin Nāgara Keŗtāgama” dalam Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, 167(2-3), hlm.322-332.

Venezky, R.L. (1992). “Textbooks in School and Society” dalam P.W. Jackson [ed]. Handbook of Research on Curriculum: A Project of the American Educational Research Association. New York: Macmillan, hlm.436-461.

Wagemaker, J.B. et al. (2011). “Gotong Royong in the Digital Age: Data and Knowledge Sharing for Flood Management in Jakarta” dalam Proceedings at Jakarta International Seminar on Water Related Risk Management Jakarta Indonesia, 15-17 July.

Widnya, I.K. (2008a). “Pemujaan Siva-Buddha dalam Masyarakat Hindu di Bali” dalam Mudra: Jurnal Seni Budaya, 22(1), hlm.39-54.

Widnya, I.K. (2008b). “The Worship of Shiva-Buddha in the Balinese Hindu Community” dalam Journal of Religious Culture, 101, hlm.1-12.

Wiryamartana, I.K. (1990). Arjunawiwāha: Transformasi Teks Jawa Kuna Lewat Tanggapan dan Penciptaan di Lingkungan Sastra Jawa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.

Zoetmulder, P.J. (1983). Kalangwan: Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Zuriati. (2010). “Resensi Buku Kakawin Sutasoma” dalam Jurnal Wacana, 12(2), hlm.1-2.