больше информации здесь

Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Ilmu Sejarah

Mi’raj Dodi Kurniawan, Andi Suwirta

Abstract


IKHTISAR: Filsafat acapkali diibaratkan sebagai ibu dan sumber mata air bagi macam-macam ilmu. Artinya, filsafat ibarat ibu yang mengandung janin-janin ilmu. Filsafat juga dapat diibaratkan seperti sumber mata air, yang dari dirinya macam-macam ilmu itu berasal dan mengalir ke hilir. Dari filsafatlah, macam-macam ilmu itu lahir dan mengalir. Bukan hanya filsafat dalam pengertian umumnya, tetapi ilmu pun memiliki aspek “ontologi” atau objek pengetahuan, “epistemologi” atau cara mengetahui, dan “aksiologi” atau nilai dan manfaat ilmu. Maka, sejarah sebagai ilmu bukan saja wajib memenuhi syarat tadi, tetapi juga harus mampu menerangkan tiga hal tersebut, sehingga posisi terhormatnya sebagai ilmu dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Artinya, sejarah bukan hanya mesti memiliki, namun juga harus dapat membuktikan klaim kepemilikan aspek ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmunya. Tentu saja penjelasan memadai tentang itu tidak diperoleh dari ilmu sejarah, melainkan dari filsafat ilmu sejarah. Oleh karena itu, ontologi ilmu sejarah adalah masa lampau; epistemologi ilmu sejarah dengan mengkaji jejak-jejak sejarah dan catatan-catatan sejarah; dan di antara aksiologi ilmu sejarah adalah sebagai pelajaran, inspirasi, dan rekreasi bagi siapa saja yang ingin belajar dari pengalaman sejarah.

KATA KUNCI: Filsafat Sejarah; Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi; Ilmu Sejarah; Metodologi Sejarah; Kegunaan Sejarah.

ABSTRACT: “Ontology, Epistemology, and Axiology of History”. Philosophy often described as a mother and springs for various sciences. That is, the philosophy is like a mother containing fetuses of science. Philosophy can also be likened to the fountain, which from it has various science originated and flows downstream. From the philosophy, various sciences were born and flow. Not only in terms of general philosophy, but science has also had an ontological aspect or object of knowledge, epistemology or way of knowing, and axiology or value and benefits of science. Therefore, the history as discipline is not only required to qualify before, but also be able to explain three things, so that honored position as science can be justifiable academically. That is, history is not only a must have, but also must be able to prove a claim of ownership aspects of ontology, epistemology, and axiology on its knowledge. Of course, an adequate explanation about it is not derived from the discipline of history, but from the philosophy of history. Thus, ontology of history is the past; epistemology of history is examining traces of history and historical records; and axiology of history is a lesson, inspiration, and recreation for anyone who wants to learn from the experience of history.

KEY WORD: Philosophy of History; Ontology, Epistemology, and Axiology; Discipline of History; Methodology of History; Use of History.

About the Authors: Mi’raj Dodi Kurniawan, S.Pd. adalah Sarjana Pendidikan Sejarah dan Mahasiswa Magister Pendidikan Sejarah SPs UPI (Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung. Andi Suwirta, M.Hum. adalah Dosen Senior di Departemen Pendidikan Sejarah UPI Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Alamat emel penulis: mirajdeka@yahoo.co.id dan atriwusidna@gmail.com

How to cite this article? Kurniawan, Mi’raj Dodi & Andi Suwirta. (2015). “Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Ilmu Sejarah” in SUSURGALUR: Jurnal Kajian Sejarah & Pendidikan Sejarah, Vol.3(2), September, pp.181-190. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UBD Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, ISSN 2302-5808.

Chronicle of the article: Accepted (July 3, 2015); Revised (August 24, 2015); and Published (September 30, 2015).


Keywords


Filsafat Sejarah; Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi; Ilmu Sejarah; Metodologi Sejarah; Kegunaan Sejarah

Full Text:

PDF

References


Al-Khudairi, Zainab. (1987). Filsafat Sejarah Ibnu Khaldun. Bandung: Penerbit Pustaka, diterjemahkan oleh Ahmad Rofi Utsmani.

Azra, Azyumardi. (1998). “Penelitian Non-Normatif tentang Islam: Pemikiran Awal tentang Pendekatan Kajian Sejarah pada Fakultas Adab” dalam Harun Nasution, Jujun S. Suriasumantri & Johan H. Meuleman [eds]. Tradisi Baru Penelitian Agama Islam: Tinjauan Antar Disiplin Ilmu. Bandung: Penerbit Nuansa dan Pusjarlit [Pusat Belajar dan Penelitian].

Bevir, Mark. (2004). The Logic of the History of Ideas. Cambridge: Cambridge University Press.

Braudel, Fernand. (1980). On History. Chicago and London: The University of Chicago Press, translated by Sarah Matthews.

Bullock, Alan. (1959). “The Historian’s Purpose: History and Metahistory” dalam Hans Meyerhoff [ed]. The Philosophy of History in Our Time: An Anthology. New York: Doubleday Anchor Books, hlm.292-299.

Duran, Will. (1991), The Story of Philosophy. New York: Mass Market Paperback, Available in an Online Version.

Gray, Wood et al. (1964). Historian’s Hanbook: A Key to Study and Writing of History. Boston: Houghton Miffin Company.

Hadiwijoyo, Harun. (1980). Sari Sejarah Filsafat Barat, Jilid 2. Yogyakarta: Penerbit Kanisus.

Hegel, G.W.F. (2002). Filsafat Sejarah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, diterjemahkan oleh Cut Ananta Wijaya.

Hegel, G.W.F. (2005). Nalar dalam Sejarah. Jakarta: Mizan Publika, diterjemahkan oleh G.Z. Salahudin.

Hexter, J.H. (1968). Doing History. Bloomington and London: Indiana University Press.

Hobsbawm, Eric. (1997). On History. London: Abacus.

Issawi, Charles. (1962). Filsafat Islam tentang Sedjarah: Pilihan dari Muqaddimah Karangan Ibn Chaldun dari Tunis (1332-1406). Djakarta: Penerbit Tintamas, disalin dan diterdjemahkan oleh A. Mukti Ali.

Jenkins, Keith. (1995). On ‘What is History?’: From Carr and Elton to Rorty and White. London and New York: Routledge.

Kattsoff, Louis O. (2004). Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, diterjemahkan oleh Soejono Soemargono.

Khaldun, Ibn. (1986). Muqaddimah Ibnu Khaldun. Jakarta: Pustaka Firdaus, diterjemahkan oleh Ahmadi Thoha.

Muthahhari, Murtadha. (1986). Masyarakat dan Sejarah. Bandung: Penerbit Mizan, Terjemahan.

Sarwan, H.B. (1994). Filsafat Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Shiddiqi, Nourouzaman. (1984). Menguak Sejarah Muslim: Suatu Kritik Metodologi. Yogyakarta: Penerbit PLP2M.

Sjamsuddin, Helius. (1996). Metodologi Sejarah. Jakarta: Proyek Pendidikan Tenaga Akademik, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Sjamsuddin, Helius. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Sjamsuddin, Helius & Ismaun. (1996). Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta: Proyek Pendidikan Tenaga Akademik, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Suriasumantri, Jujun S. (2001). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Yamin, Muhammad. (2004). “Catursila Khalduniyah” dalam Asmawi Zainul & Didin Saripudin [eds]. 50 Tahun Jurusan Pendidikan FPIPS UPI, 1954-2004: Mozaik Pemikiran tentang Sejarah, Pendidikan Sejarah, dan Budaya. Bandung: Historia Utama Press.