https://www.mikide.info/dianol/ club website statistics and traffic analysis Dianol.

Lima Tokoh Pahlawan Nasional dari Muhammadiyah di Indonesia

Suwarno Suwarno

Abstract


ABSTRACT: The study of heroes is very important to learn, especially for young generation. It is not essentially intended to cult the individuals due to those heroes’ grandeur, but to implant national awareness and pride. The awareness to respect others’ service and sacrifice is an expression of national awareness and pride, as frequently stated by Bung Karno that the big nation is nation that appreciate the service of its heroes. This paper is aimed to describe five figures of heroes from Muhammadiyah. They are K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923), Nyi Ahmad Dahlan (1872-1946), K.H. Fachruddin (1890-1929), K.H. Mas Mansur (1896-1946) and General Sudirman (1916-1950). The focus of this paper is a short biography of the five figures and their roles played in national context. Those five Muhammadiyah figures are very reasonable to be determined as national heroes through their roles they played and their contribution not only for Moslem but also for our people. K.H.A Dahlan (1868-1923) was a pioneer in advancing education, who integrated religion education and general science. Nyi Ahmad Dahlan (1872-1946) had given higher contribution, not only for developing Muhammadiyah but also for empowering and advancing Muslimah group, especially through Aisyiyah organization. K.H. Fachruddin (1890-1929) had important roles in external Muhammadiyah struggle. K.H. Mas Mansur (1896-1946) was the first figure of Muhammadiyah, who had higher social and political influence in Indonesian independence movement struggle. And General Sudirman (1916-1950) was a Muhammadiyah figure, who was active in military, and had been national figure, who was reasonable to be followed as uswatun hasanah (role model) because of his modesty, bravery and sincerity in fighting for his country.

Key words: Muhammadiyah figures, national heroes, and its roles and contributions for Indonesian and character building.

About the Author: Drs. Suwarno, M.Si. adalah Dosen pada Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) di Jawa Tengah. Beliau dilahirkan di Purwokerto, pada tanggal 9 Agustus 1966. Menyelesaikan pendidikan Sarjana (Drs.) dari IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Yogyakarta tahun 1990; dan Magister Sosial (M.Si.) dari UGM (Universitas Gadjah Mada) Yogyakarta tahun 2000. Beliau banyak melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama dan masyarakat Islam di Indonesia. Beliau juga menulis buku, di antaranya adalah: Muhammadiyah sebagai Oposisi (Yogyakarta: UII Press, 2001). Untuk kepentingan akademik, beliau boleh dihubungi dengan alamat kantor: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMP, Jalan Raya Dukuh Waluh, PO Box 202, Purwokerto 53182, Jawa Tengah, Indonesia. Emel: aspensi@yahoo.com

How to cite this article? Suwarno. (2008). “Lima Tokoh Pahlawan Nasional dari Muhammadiyah di Indonesia” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.1, No.2 [November], pp.311-330. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UPI Bandung, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112.

Chronicle of the article: Accepted (August 17, 2008); Revised (October 5, 2008); and Published (November 20, 2008).


Full Text:

PDF

References


Abdullah Puar, Yusuf. (1989). Perjuangan dan Pengabdian Muhammadiyah. Jakarta: Pustaka Antara.

Alfian. (1989). Muhammadiyah: The Political Behavior of a Muslim Modernist Organization Under Dutch Colonialism. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Artikel “Mas Mansur: Ketua PP Muhammadiyah Termuda Hasil Protes Angkatan Muda Muhammadiyah” dalam Suara Muhammadiyah, No.16, Th.89. Yogyakarta: 16-31 Agustus 2004, hlm.2.

Artikel “Mas Mansur: Ketua PP Muhammadiyah Keturunan Madura Berjiwa Pembaharu” dalam Suara Muhammadiyah, No.16, Th.89. Yogyakarta: 16-31 Agustus 2004, hlm.3.

Artikel “Pahlawan Perempuan yang Lembut Hati” dalam Suara Muhammadiyah, No.03, Th.89. Yogyakarta: 11-15 Februari 2004, hlm.22-23.

Efendi, Lutfi. (2003). “KHA Dahlan Pembaharu dari Kauman Djogdja” dalam Majalah Suara Muhammadiyah, No.01, Th.89. Yogyakarta: 1-15 Januari.

Fachruddin, K.H. A.R. (1990). “Siapakah Pimpinan Muhammadiyah” dalam Haedar Nashir [ed.]. Akhlak Pemimpin Muhammadiyah: Kumpulan Karangan dan Dialog. Yogyakarta: PP Muhammadiyah Badan Pendidikan Kader.

Mansur, K.H.M. (t.t.). 12 Tafsir Langkah Muhammadiyah. Disunting oleh Abdul Munir Mulkhan. Yogyakarta: PP Muhammadiyah Majlis Tabligh dan PT. Persatuan.

Maarif, A. Syafii. (1992). “Kyai Haji Mas Mansur: Manusia dengan Dimensi Ganda” dalam Amir Hamzah Wiryosukarto [ed.]. Kiyai Haji Mas Mansur: Kumpulan Karangan Tersebar. Yogyakarta: Persatuan, Cetakan III.

Muthahhari, Murtadha. (1992). Masyarakat dan Sejarah: Kritik Islam atas Marxissme dan Teori Lainnya. Terjemahan. Bandung: Mizan, cetakan ke-3.

Noer, Deliar. (1990). Gerakan Moderen Islam di Indonesia, 1900-1942. Terjemahan. Jakarta: LP3ES.

Noer, Deliar. (2000). Partai Islam di Pentas Nasional: Kisah dan Analisis Perkembangan Politik Indonesia, 1945-1965. Bandung: Mizan, Cetakan II.

Nomida Musnir, Diana. (2005). “Pembelajaran Sejarah dan Penanaman Kesadaran Sejarah”. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Nation Building dalam Pusaran Arus Globalisasi: Suatu Revitalisasi Kesadaran Sejarah dan Pembelajaran Sejarah di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 9 Desember.

Notosusanto, Nugroho. (1988). “Soedirman: Panglima yang Menepati Janjinya” dalam Taufik Abdullah, Aswab Mahasin & Daniel Dhakidae [eds.]. Manusia dalam Kemelut Sejarah. Jakarta: LP3ES, Cetakan V.

Pasha, Musthafa Kamal & Ahmad Adaby Darban. (2000). Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dalam Perspektif Historis dan Ideologis. Yogyakarta: LPPI UMY.

Peacock, James L. (1983). Pembaharu dan Pembaharuan Agama. Terjemahan. Yogyakarta: Hanindita.

Rais, M. Amien. (2004). Visi dan Misi Muhammadiyah. Yogyakarta: Pustaka Suara Muhammadiyah, cetakan ketiga.

Ricklefs, M.C. (1995). Sejarah Indonesia Modern. Terjemahan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sardiman A.M. (2000). Panglima Besar Sudirman: Kader Muhammadiyah. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

Shihab, Alwi. (1998). Membendung Arus: Respons Gerakan Muhammadiyah terhadap Penetrasi Misi Kristen di Indonesia. Bandung: Mizan.

Soetrisno, Eddy & Elizabeth Tara [eds.]. (2001). Buku Pintar: 100 Tokoh Pahlawan Nasional dan Sejarah Perjuangannya. Jakarta: Ladang Pustaka dan Intimedia.

Sucipto, Hery & Nadjamuddin Ramli. (2005). Tajdid Muhammadiyah dari Ahmad Dahlan hingga A. Syafii Maarif. Jakarta: Grafindo Khazanah Ilmu.

Sudarmanto, Y.B. (1996). Jejak-jejak Pahlawan dari Sultan Agung hingga Syekh Yusuf. Jakarta: Grasindo, cetakan kedua.

Suwarno. (2002). Muhammadiyah sebagai Oposisi. Yogyakarta: UII Press, cetakan kedua.

Suwarno. (2005). “Muhammadiyah di Indonesia: Mata Rantai antara Gerakan Pembaharuan Islam Modern dengan Gerakan Wong Cilik” dalam Historia: Jurnal Pendidikan Sejarah, No.12, Vol.VI [Desember]. Bandung: Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI.

Yusuf, Slamet Effendy et al. (1983). Dinamika Kaum Santri: Menelusuri Jejak dan Pergolakan Internal NU. Jakarta: Rajawali Pers.




SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan is published by Minda Masagi Press. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Sharealike 4.0.