Try usd chart dollar to turkish lira usd to try.

Dinamika Kehidupan Pers di Indonesia pada Tahun 1950–1965: Antara Kebebasan dan Tanggung Jawab Nasional

Andi Suwirta

Abstract


ABSTRACT: In the period of initial sovereignty recognition (1950-1956), Indonesian press experienced higher freedom. Toward government, military and the President Soekarno, press gave positive encouragement when they made political, social and economic decisions, which were beneficial for public, encouraging democratic life, establishing good national reputation and maintaining national unity. But the support of press for government was not without critique and losing its freedom. Of the events assumed to be violating democratic life, press had critiqued sharply and outspokenly. Indonesian press in 1950-1956, therefore, enjoyed its higher freedom in liberal democratic political life. The signs of press freedom had declined starting from 1956. The exchange of parliamentary governmental cabinet, no dominant political force winner in the 1955 General Election, and regional turbulence against central government in 1957 had made government, military and the President Soekarno prevailed the nation in danger (SOB, Staat van Oorlog en Beleg). In the name of SOB, the freedom of press was limited. Moreover, in 1958, press was controlled by the government and military by being required to have a SIC (Surat Izin Cetak or Publishing Permit Letter). When the President Soekarno reached his authority effectively in 1959-1965, the freedom of press had ended in Indonesia because it was only used as legal instrument for government’s political policies. But the press had been co-opted by the authority could participate in demolishing the authority. The falling of Soekarno, started with the incident of G-30-S in 1965, was alsobecause of the press, which was initially able to be controlled strictly, but then they back fabbed and demolished the authority of President.

Key words: liberal democratic period, press freedom, guided democratic period, and press control.

About the Author: Andi Suwirta, M.Hum. adalah Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung. Beliau dilahirkan di Subang, Jawa Barat, pada 9 Oktober 1962. Menamatkan pendidikan Magister Humaniora (M.Hum.) dari Program Studi Ilmu Sejarah Pascasarjana UI (Universitas Indonesia) di Jakarta pada tahun 1996, dengan menulis tesis, dan kemudian diterbitkan, mengenai Suara dari Dua Kota: Revolusi Indonesia dalam Pandangan Suratkabar Merdeka (Jakarta) dan Kedaulatan Rakjat (Yogyakarta), 1945-1947 (Jakarta: PN Balai Pustaka, 2000). Untuk kepentingan akademik, beliau boleh dihubungi dengan alamat: Komp. Vijaya Kusuma B-11 No.15-16 Cipadung, Bandung 40614, Jawa Barat, Indonesia. E-mail: atriwusidna@gmail.com

How to cite this article? Suwirta, Andi. (2008). “Dinamika Kehidupan Pers di Indonesia pada Tahun 1950–1965: Antara Kebebasan dan Tanggung Jawab Nasional” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.1, No.2 [November], pp.261-294. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press, UPI Bandung, and UMS Kota Kinabalu, Malaysia, ISSN 1979-0112.

Chronicle of the article: Accepted (July 3, 2008); Revised (September 9, 2008); and Published (November 20, 2008).


Full Text:

PDF

References


Abdullah, Taufik. (1999). “Perdebatan Sejarah dan Tragedi 1965”. Makalah dalam Seminar Pra KIPNAS dengan tema Memandang Tragedi Nasional 1965 Secara Jernih di Kampus PUSPITEK Serpong, Jawa Barat, pada tanggal 8 September.

Adam, Asvi Warman. (1999). “Kontrol Sejarah Semasa Pemerintahan Soeharto”. Makalah dalam Seminar Pra KIPNAS dengan tema Memandang Tragedi Nasional 1965 Secara Jernih di Kampus PUSPITEK Serpong, Jawa Barat, pada tanggal 8 September.

Adam, Asvi Warman. (2002). “Kompas dalam Fragmen Sejarah Orde Baru” dalam Historia: Jurnal Pendidikan Sejarah, No.6, Vol.III (Desember). Bandung: Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI.

Adams, Cindy. (1966). Bung Karno: Penjambung Lidah Rakjat Indonesia. Djakarta: Gunung Agung, Terdjemahan.

Ali, Fachry. (1993). “Pengantar: Dinamika Sosial-Politik Indonesia Tahun Lima Puluhan” dalam Boyd R. Compton. Kemelut Demokrasi Liberal: Surat-surat Rahasia. Terjemahan. Jakarta: PT Pustaka LP3ES Indonesia.

Anwar, Rosihan. (1981). Sebelum Prahara: Pergolakan Politik Indonesia, 1961-1965. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan.

Anwar, Rosihan. (1983). Menulis dalam Air, Di Sini Sekarang Esok Hilang: Sebuah Otobiografi. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan.

Atmakusumah. (1992). “Mochtar Lubis dan Indonesia Raya” dalam Atmakusumah [ed.]. Mochtar Lubis: Wartawan Jihad. Jakarta: Penerbit Harian Kompas.

Chaniago, J.R. et al. (1987). Ditugaskan Sejarah: Perjuangan Merdeka, 1945-1985. Jakarta: PT Merdeka Sarana Usaha.

Cribb, Robert [ed.]. (1990). The Indonesian Killings of 1965-1966: Studies from Java and Bali. Clayton, Victoria, Australia: Centre of Southeast Asian Studies Monash University.

Feith, Herbert. (1962). The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. Ithaca, New York: Cornell University Press.

Feith, Herbert. (1995). Soekarno-Militer dalam Demokrasi Terpimpin. Terjemahan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Flournoy, Don Michael [ed.]. (1989). Analisa Isi Suratkabar-suratkabar Indonesia. Terjemahan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Gani, M. (1978). Surat Kabar Indonesia pada Tiga Zaman. Jakarta: Departemen Penerangan RI.

Gardner, Paul F. (1999). Lima Puluh Tahun Hubungan Amerika Serikat — Indonesia: Bersama dalam Harapan, Sendirian dalam Kecemasan. Terjemahan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Hanazaki, Yasuo. (1998). Pers Terjebak. Terjemahan. Jakarta: Penerbit ISAI.

Harsono, Andreas. (1997). “Suara Merdeka: Takut atau Takluk?” dalam Y. Krisnawan [ed.]. Pers Memihak Golkar?. Jakarta: Penerbit ISAI.

Haryanto, Ignatius. (1996). Pembredelan Pers di Indonesia: Kasus Koran Indonesia Raya. Jakarta: LSPP [Lembaga Studi Pers dan Pembangunan].

Hatta, Mohammad. (1988). Mendayung Antara Dua Karang. Jakarta: PT Bulan-Bintang, cet.kedua.

Hendrowinoto, Nurinwa Ki S. (1985). A. Azis Wartawan Kita. Jakarta: PT Gramedia.

Hidayat, Bambang. (2003). “Karakter Tak Terlupakan: Soekarno Pemimpi, Penggagas, dan Pelaksana” dalam Historia: Jurnal Pendidikan Sejarah, No.7, Vol.IV. Bandung: Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI.

Hohenberg, John. (1968). The News Media: A Journalist Looks at His Profession. New York ect.: Holt, Rinehart and Winston, Inc.

Iskantini, Euis. (2002). “Harian Umum Pikiran Rakjat di Bandung, 1950-1065: Pers Lokal yang Berorientasi Nasional” dalam Historia: Jurnal Pendidikan Sejarah, No.6, Vol.III. Bandung: Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI.

Junaedhie, Kurniawan. (1991). Ensiklopedi Pers Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Kakiailatu, Toeti. (1997). B.M. Diah: Wartawan Serba Bisa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Kitley, Philip. (2001). Konstruksi Budaya Bangsa di Layar Kaca. Terjemahan. Jakarta: LSPP, ISAI dan PT Media Lintas Inti Nusantara.

Lubis, Mochtar. (1964). Twilight in Djakarta. New York: The Vanguard Press, Inc..

Lubis, Mochtar. (1981). Senja di Jakarta. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya, cet.kedua.

Lubis, Mochtar. (1987). Catatan Subversif. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia dan PT Penerbit Gramedia, cet.kedua.

Mahidin M. (1992). “Pembredelan Pedoman: Sirnanya Suatu Harapan” dalam Tribuana Said [ed.]. H. Rosihan Anwar: Wartawan dengan Aneka Citra. Jakarta: Penerbit Harian Kompas.

Makah, Masmimar. (1977). “Pojok Sebagai Penyalur Kritik” dalam Prisma, No.10 (Oktober). Jakarta: LP3ES.

Moeljanto, D.S. & Taufik Ismail. (1995). Prahara Budaya: Kilas-Balik Ofensif LEKRA/PKI dkk (Kumpulan Dokumen Pergolakan Sejarah). Jakarta: Penerbit Mizan.

Nasution, Adnan Buyung. (1995). Aspirasi Pemerintahan Konstitusional di Indonesia: Studi Sosio-Legal atas Konstituante 1956-1959. Terjemahan. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.

Nasution, Anwar. (1983). Financial Institutions and Policies in Indonesia. Singapore: ISEAS [Institute of South East Asian Studies].

Noer, Deliar. (1987). Partai Islam di Pentas Nasional, 1945-1965. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.

Noer, Deliar. (1990). Mohammad Hatta: Biografi Politik. Jakarta: Penerbit LP3ES.

Oetama, Jakob. (1987). Perspektif Pers Indonesia. Jakarta: Penerbit LP3ES.

Oetama, Jakob. (1992). “Mencoba Mewarisi Api Perjuangan Pers Mochtar Lubis” dalam Atmakusumah [ed.]. Mochtar Lubis: Wartawan Jihad. Jakarta: Penerbit Harian Kompas.

Pauker, Guy J. (1967). Indonesia in 1966: The Year of Transition. Santa Monica, California: The Rand Corporation.

Poesponegoro, Marwati Djoened & Nugroho Notosusanto [eds.]. (1984). Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI dan PN Balai Pustaka, cet.kelima.

Said, Tribuana. (1988). Sejarah Pers Nasional dan Pembangunan Pers Pancasila. Jakarta: CV Haji Masagung.

Said, Tribuana [ed.]. (1992). H. Rosihan Anwar: Wartawan dengan Aneka Citra. Jakarta: Penerbit Harian Kompas.

Siahaan, Hotman M. & Tjahjo Purnomo W. [eds.]. (1993). Tajuk-tajuk dalam Terik Matahari: Empat Puluh Tahun Surabaya Post. Surabaya: Yayasan Keluarga Bhakti.

Sjahril, T. & M. Sjureich. (1971). Garis Besar Perkembangan Pers Indonesia. Djakarta: SPS [Serikat Penerbit Suratkabar] Pusat, 1971).

Smith, Edward C. (1986). Pembreidelan Pers di Indonesia. Terjemahan. Jakarta: PT Pustaka Grafitipers.

Soebagijo I.N. (1977). Sejarah Pers Indonesia. Jakarta: Dewan Pers.

Soebagijo I.N. (1981). Jagat Wartawan Indonesia. Jakarta: Gunung Agung.

Soebagijo I.N. & Soendoro. (1978). Lima Windu “Antara”: Sejarah & Perjuangannya. Jakarta: LBKN Antara.

Sophiaan, Manai. (1979). “Wilopo dan Peristiwa 17 Oktober” dalam Soebagijo I.N. et al.. Wilopo 70 Tahun. Jakarta: PT Gunung Agung.

Surjomihardjo, Abdurrachman et al. (2002). Beberapa Segi Perkembangan Sejarah Pers di Indonesia. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Suwirta, Andi. (2000). “Mengkritisi Peristiwa G-30-S Tahun 1965: Dominasi Wacana Sejarah Orde Baru dalam Sorotan” dalam Historia: Jurnal Pendidikan Sejarah, No.1, Vol.I. Bandung: Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI.

Suwirta, Andi. (2001). Revolusi Indonesia dalam News and Views: Sebuah Antologi Sejarah. Bandung: Penerbit Suci Press.

Suwirta, Andi. (2004). “Atang Ruswita, Pikiran Rakyat, dan Kritik Sosial” dalam Asmawi Zainul & Didin Saripudin [eds.]. 50 Tahun Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI, 1954-2004: Mozaik Pemikiran tentang Sejarah, Pendidikan Sejarah, dan Budaya. Bandung: Historia Utama Press.

Surat Kabar:

Harian Abadi (Jakarta: 31 Oktober 1961).

Merdeka (Jakarta: 18 Oktober 1952, 20 Oktober 1952, dan 17 Oktober 1953).

Pedoman (Jakarta: 24 Februari 1952).




SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan is published by Minda Masagi Press. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Sharealike 4.0.