Utilitie verdure community balance alert mt5.

Masalah Karakter Bangsa dan Figur Kepemimpinan di Indonesia: Perspektif Sejarah

Andi Suwirta, Iyep Candra Hermawan

Abstract


IKHTISAR: Karakter bangsa bagi negara-negara kebangsaan adalah hasil dari proses pencarian dan penemuan identitas dan jati diri bangsa tersebut. Karena tiap bangsa di dunia memiliki perjalanan sejarahnya sendiri-sendiri, maka tidaklah mengherankan kalau terjadi perbedaan karakter bangsa. Tulisan ini mengkaji tentang masalah karakter bangsa dan figur kepemimpinan di Indonesia. Dengan menganalisis enam figur Presiden Indonesia, tulisan ini menunjukkan bahwa ada kaitan yang erat antara pembangunan karakter bangsa dengan keteladanan dari seorang pemimpin bangsa. Hal ini karena seorang pemimpin, terutama Presiden Indonesia, adalah figur panutan dan contoh teladan bagi rakyat Indonesia yang berjumlah lebih dari 250 juta jiwa pada tahun 2015 nanti. Krisis kepemimpinan dan tiadanya keteladanan dari seorang pemimpin, dalam corak masyarakat Indonesia yang masih paternalistik, jelas akan mengakibatkan juga proses reduksi terhadap karakter bangsa secara keseluruhan.

KATA KUNCI: Karakter bangsa, negara-bangsa Indonesia, figure pemimpin, Presiden Indonesia, dan model kepemimpinan.

ABSTRACT: National character for nation-states is the result of seeking process and the invention of identity and national characteristic. Due to every nation in the world has its history journey, then, it is not a wonder if happened difference of national character. This article discusses about the problem of national character and leadership figure in Indonesia. By analyzing six figures of Indonesian President, this article indicates that there is closely relationship between development of national character and role model of a national leader. This condition because a leader, especially Indonesian President, is peer figure and role model for Indonesian society that amount to more than 250 million people in 2015 later. Leadership crisis and nothing role model from a leader, in Indonesian society pattern that still paternalistic, clearly will result also reduction the process of national character building as a whole.

KEY WORD: National character, Indonesia’s nation-state, leadership figure, Indonesia President, and leadership model.

About the Authors: Andi Suwirta, M.Hum. adalah Dosen di Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, Jawa Barat; dan H. Iyep Candra Hermawan, M.Pd. adalah Dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNSUR (Universitas Suryakancana) Cianjur, Jawa Barat, Indonesia. Alamat emel: andisuwirta@yahoo.com dan fkipunsurcjr@yahoo.co.id

How to cite this article? Suwirta, Andi & Iyep Candra Hermawan. (2012). “Masalah Karakter Bangsa dan Figur Kepemimpinan di Indonesia: Perspektif Sejarah” in ATIKAN: Jurnal Kajian Pendidikan, Vol.2(1) Juni, pp.133-154. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung and FKIP UNSUR in Cianjur, West Java, ISSN 2088-1290.

Chronicle of the article: Accepted (April 11, 2012); Revised (May 21, 2012); and Published (June 15, 2012).


Full Text:

PDF

References


Adams, Cindy. (1965). Sukarno: An Autobiography as Told to Ciny Adams. New York: The Bobs-Merrill Company Inc.

Anderson, Benedict R.O’G. & Ruth T. McVey. (1971). A Preliminary Analysis of the October 1, 1965: Coup in Indonesia. Ithaca, New York: Cornell University.

Anderson, Benedict R.O’G. (1980). Revoloesi Pemoeda: Pendudukan Jepang dan Perlawanan di Jawa, 1944-1946. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, Terjemahan.

Anderson, Benedict R.O’G. (1993). Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. London: Verso.

Arikel “Biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono” dalam www.presidenri.go.id [diakses di Bandung, Indonesia: 20 Mei 2012].

Baehaqi, Imam [ed]. (1998). Soeharto Lengser: Perspektif Luar Negeri. Yogyakarta: Penerbit LKiS, Terjemahan.

Barton, Greg. (1999). Gagasan Islam Liberal di Indonesia: Pemikiran Neo-Modernisme Nurcholish Madjid, Djohan Effendi, Ahmad Wahib, dan Abdurrahman Wahid. Jakarta: Paramadina dan Pustaka Antara, Terjemahan.

Benda, Harry J. (1982). “Democracy in Indonesia” dalam Benedict Anderson & Audrey Kahin [ed]. Interpreting Indonesian Politics: Thirteen Contributions to the Debate. Ithaca, New York: Cornell Modern Indonesia Project.

Bresnan, John. (1993). Managing Indonesia: The Modern Political Economy. New York: Columbia University Press.

Britton, Peter. (1996). Profesionalisme dan Ideologi Militer Indonesia. Jakarta: Penerbit LP3ES, Terjemahan.

Cahyono, Heru. (1998). Soemitro: Dari Pangkopkamtib hingga Malari. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Cribb, Robert. (2003). Pembantaian PKI di Jawa dan Bali. Yogyakarta, Indonesia: Mata Bangsa, Terjemahan.

Crouch, Harold. (1986). Militer dan Politik di Indonesia. Jakarta: Penerbit Sinar Harapan, Terjemahan.

Feith, Herbert. (1982). “History, Theory, and Indonesian Politics: A Reply to Harry J. Benda” dalam Benedict Anderson & Audrey Kahin [ed]. Interpreting Indonesian Politics: Thirteen Contributions to the Debate. Ithaca, New York: Cornell Modern Indonesia Project.

Fukuyama, Francis. (2001). Kemenangan Kapitalisme dan Demokrasi Liberal. Yogyakarta: Penerbit Qalam, Terjemahan.

Godechot, Jacques. (1989). Revolusi di Dunia Barat (1770-1799). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, Terjemahan.

Hidayat, Bambang. (2003). “Karakter Tak Terlupakan: Soekarno Pemimpi, Penggagas, dan Pelaksana” dalam Historia: Jurnal Pendidikan Sejarah, Vol. IV(7). Bandung: Jurusan Pendidikan Sejarah FPIPS UPI.

Koentjaraningrat [ed]. (1984). Masalah-masalah Pembangunan: Bunga Rampai Antropologi Terapan. Jakarta: Penerbit LP3ES.

Kartodirdjo, Sartono. (1982). Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif. Jakarta: PT Gramedia.

Kartodirdjo, Sartono. (1987). Pengantar Sejarah Indonesia Baru, 1500-1900: Dari Emporium Sampai Imperium, Jilid 1. Jakarta: PT Gramedia.

King, Dwight Y. (1982). “Indonesia’s New Orde as a Bureaucratic Polity. A Neopatriomonial Regime or a Bureaucratic Authoritarian Regime: What Difference Does It Make?” dalam Benedict Anderson & Audrey Kahin [ed]. Interpreting Indonesian Politics: Thirteen Contributions to the Debate. Ithaca, New York: Cornell Modern Indonesia Project.

Legge, John D. (1985). Sukarno: A Political Biography. Sydney: Allen & Unwin, second edition.

Lombard, Denys. (1996). Nusa Jawa Silang Budaya: Batas-batas Pembaratan, Jilid 1. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, Terjemahan.

Mackie, Jamie. (1982). “Indonesia Since 1945: Problems of Interpretation” dalam Benedict Anderson & Audrey Kahin [ed]. Interpreting Indonesian Politics: Thirteen Contributions to the Debate. Ithaca, New York: Cornell Modern Indonesia Project.

Mihardja, Achdiat K. [ed]. (1977). Polemik Kebudayaan. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Mukhlisin & Damarhuda. (1999). Ratu Adil dan Perjalanan Spiritual Megawati. Bali: Yayasan Purbakala.

Naisbitt, John & Patricia Aburdene. (1990). Megatrends 2000. New York: William Morrow and Co. In.

Nuryanti, Reni et al. (2007). Istri-istri Sukarno. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Nurzaman, Andi Suwirta & Moch Eryk Kamsori. (2012). “From Bullet to the Ballot: A Case Study of the East Timor’s Referendum as Viewed by Newspapers of Kompas and Republika in Jakarta” in TAWARIKH: International Journal for Historical Studieis, Vol.4(1) October forthcoming issue.

Redfield, R. (1968). The Peasant Society and Culture. Chicago: University of Chicago Press.

Ricklefs, M.C. (2001). A History of Modern Indonesia since c. 1200. Hampshire: Palgrave, Third Edition.

Roeder, O.G. & Mahiddin Mahmud. (1980). Who’s Who in Indonesia. Singapore: Gunung Agung, second edition.

Roeder, O.G. (1985). Anak Desa: Biografi Presiden Soeharto. Jakarta: Gunung Agung, cetakan kelima.

Rohaedi, Ayat. (1984). “Local Genius dan Perkembangan Kebudayaan” dalam Edi S. Ekadjati [ed]. Manusia dan Kebudayaan Sunda. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya.

Sargent, Lyman Tower. (1986). Ideologi Politik Kontemporer. Jakarta: PT Bina Aksara, Terjemahan.

Schapiro, J. Salwyn. (1958). Liberalism: Its Meaning and History. Princeton and New York: D.van Nostrand Company Inc.

Sjamsuddin, Helius. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Soeharto. (1989). Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya: Otobiografi seperti Dipaparkan kepada G. Dwipayana dan Ramadhan K.H. Jakarta: PT Citra Lamtorogung Persada.

Sulistyo, Hermawan. (1998). Palu-Arit di Ladang Tebu. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.

Sundhaussen, Ulfh. (1987). Politik Militer Indonesia: Menuju Dwi Fungsi ABRI. Jakarta: Penerbit LP3ES, Terjemahan.

Suwirta, Andi. (1989). “Joke Politik para Pemimpin Dunia Tahun 1980-an” dalam Catatan Harian Tidak Diterbitkan. Bandung: t.p.

Suwirta, Andi. (2003). “Imageri Indiahe: Cita-Ideal Nasionalisme Indonesia yang Dibayangkan?” Makalah disajikan dalam Forum Diskusi MATAKU (Masyarakat Pencinta Buku) di IKA UPI Bandung: 12 Februari.

Suwirta, Andi. (2012). “Cecep Darmawan: Sang Plagiator?” dalam media online ASPENSI in News & Views. Tersedia juga di: www.aspensi.com [diakses di Bandung, 2 Mei 2012].

Suwirta, Andi, Moch Eryk Kamsori & Farida Sarimaya. (2010). “Sejarah Orde Baru dan Reformasi di Indonesia, 1966-1998”. Buku Teks Perkuliahan Tidak Diterbitkan. Bandung: Jurusan Pendidikan Sejarah UPI [Universitas Pendidikan Indonesia].

Titania. (1978). Sawito: Siapa, Mengapa & Bagaimana. Solo: Badan Penerbit Sasongko.

“Wawancara A.B. Lapian dengan Kosul India, Patnaik, di Yogyakarta tentang Revolusi Indonesia” dalam Sejarah, No. 1. Jakarta: MSI-Gramedia, 1992.

Winters, Jeffrey A. (1999). Dosa-dosa Politik Orde Baru. Jakarta: Penerbit Djambatan, Terjemahan.