Reposisi Guru dalam Peradaban Sekolah: Internalisasi Pendidikan Karakter dan Kompetensi Guru di Indonesia

Djoko Adi Walujo

Abstract


RESUME: Pendidikan karakter adalah suatu keniscayaan. Fakta degradasi moral menunjukan bahwa penanaman nilai-nilai pendidikan karakter mendesak untuk dilaksanakan di sekolah. Guru merupakan agent of change”, yang mempunyai posisi strategis di sekolah. Disamping sebagai manajer pembelajaran, guru juga sebagai profil yang dapat dijadikan teladan dan panutan bagi peserta didik. Di sekolah, guru harus berperan tidak saja sebagai sumber belajar tetapi juga pusat peradaban sekolah. Oleh karena itu, guru yang profesional harus memiliki kompetensi sesuai tuntutan perkembangan di era digital saat ini. Formulasi reposisi guru perlu diperbaiki, sehingga tidak terjebak dalam kesibukan administratif, tetapi fokus terhadap tugas utamanya, yaitu mentransfer ilmu dan internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah. Internalisasi nilai-nilai karakter dapat dimulai dengan mengidentifikasi nilai-nilai yang akan diinternalisasikan, kemudian menentukan pendekatan yang akan digunakan untuk menginternalisasikan nilai-nilai tersebut pada diri peserta didik, selanjutnya menyusun perencanaan program jangka pendek, menengah, dan panjang untuk mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut. Langkah selanjutnya adalah menyusun rencana aksi untuk melaksanakan program-program tersebut. Pada akhirnya, guru harus mampu menjawab tantangan zaman di era pesatnya perkembangan teknologi informasi, yakni di era digital dan globalisasi saat ini.

KATA KUNCI:  Reposisi Guru; Peradaban Sekolah; Internalisasi Karakter; Kompetensi Guru; Kualitas Pendidikan.

ABSTRACT: “Teacher's Repositioning in School Civilization: The Internalization of Character Education and Teacher Competency in Indonesia”. Character education is a necessity. The fact of moral degradation shows that the cultivation of values of character education is urgent to be implemented in schools. Teachers are agents of change who have a strategic position in school. Besides as a learning manager, teachers are also as a profile that can be an example and role model for learners. In school, the teacher should play not only as a resource person but also a center of school tapping. Therefore, professional teachers must be competent in accordance with the demands of the development of a new digital era. The teacher reposition formulation needs to be improved, so as not to get caught up in the administrative bustle, but focus on the main task of transferring knowledge and internalizing the values of character education in schools. The internalization of character values can be initiated by identifying the values to be internalized, then defining the approach that will be used to internalize the values in the learners themselves, then drawing up the short, medium, and long term program planning to actualize the values. The next step is to develop an action plan to implement the programs. In the end, teachers must be able to answer the challenges of the era in the rapid of information technology development, namely in the digital era and globalization today.

KEY WORD: Teacher Repositioning; School Civilization; Character Internalization; Teacher Competence; Quality of Education.

About the Author: Djoko Adi Walujo adalah Dosen Senior dan sekarang sebagai Rektor UNIPA (Universitas PGRI Adibuana) Surabaya. Beliau juga adalah Pimpinan PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis dapat dihubungi dengan alamat emel: andri.kurniawan4@gmail.com

Suggested Citation: Walujo, Djoko Adi. (2017). “Reposisi Guru dalam Peradaban Sekolah: Internalisasi Pendidikan Karakter dan Kompetensi Guru di Indonesia” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Volume 10(2), November, pp.151-164. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press and UNIPA Surabaya, ISSN 1979-0112.  

Article Timeline: Accepted (September 19, 2017); Revised (October 15, 2017); and Published (November 30, 2017).


Keywords


Reposisi Guru; Peradaban Sekolah; Internalisasi Karakter; Kompetensi Guru; Kualitas Pendidikan

Full Text:

PDF

References


Adam, S. (2003). Teori Pertumbuhan Ekonomi: Perencanaan dan Pembangunan. Jakarta: PT Raja Grafindo Pustaka.

Amalia, Luky Sandra. (2010). “Peluang dan Tantangan Masyarakat Indonesia Mengejar Ketertinggalan” dalam Masyarakat Indonesia: Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia, Edisi 36, No.2. Tersedia secara online juga di: file:///C:/Users/acer/Downloads/75-77-PB.pdf [diakses di Surabaya, Indonesia: 20 Mei 2017].

Arikunto, S. (1993). Manajemen Mengajar secara Manusiawi. Jakarta: Rineka Cipta.

Asmani, J.M. (2012). Buku Panduan Internalisasi Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: DIVA Press.

Bafadal, Ibrahim. (2004). Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar dalam Kerangka Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.

Benjamin, Levin. (2001). “Coceptualizing the Procces of Education Reform from an International Perspective” in Education Policy Analysis Archieves, Volume 9, Number 1.

Borich, G.D. (1994). Observation Skills for Effective Teaching. Englewood Cliffs: Macmillan Publishing Company.

Budhiman, A. (2017). Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Campbell, E. (2003). The Ethical Teacher. Hew York: Open University Press.

Cogan, J. & R. Derricot. (1998). Citizenship for the 21st Century: International Perspective on Education. London: Kogan Page.

Cohen, L., L. Manion & K. Morrison. (2009). Research Methods in Education. London: Routledge.

Creswell, John W. (2008). Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Oulitative Research. New Jersey: Prentice Hall.

Damayanti, D. (2014). Buku Wajib Guru: Paduan Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: Penerbit Araska.

Danim, H.S. (2010). Profesionalisasi dan Etika Profesi Guru. Bandung: CV Alfabeta.

Emzir. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif. Jakarta: PT Raja Giafindo Perkasa.

Ernis, Devy. (2016). “Kejahatan via Internet terhadap Anak Meningkat” dalam Koran Tempo. Jakarta: 23 Desember. Tersedia secara online juga di: https://koran.tempo.co/konten/2016/12/23/410110/Kejahatan-Via-Internet-terhadap-Anak-Meningkat [diakses di Surabaya, Indonesia: 20 Mei 2017].

Estede, Suprapto. (2014). “Fakta dan Realita Dekadensi Moral di Kalangan Remaja”. Tersedia secara online di: https://supraptoestede.blogspot.co.id/2014/11/fakta-dan-realita-dekadensi-moral-di.html [diakses di Surabaya, Indonesia: 20 Mei 2017].

Fitri, Agus Zaenal. (2012). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Gunawan, H. (2014). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasinya. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Habibi, Muhammad Mujtaba [ed]. (2015). Prosiding Seminar Nasional 2015: Revolusi Pendidikan Karakter Bangsa. Malang: FIS UM [Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang]. Tersedia secara online juga di: http://hkn.fis.um.ac.id/wp-content/uploads/2016/05/Prosiding-Seminar-Nasional-2015.pdf [diakses di Surabaya, Indonesia: 20 Mei 2017].

Hamalik, O. (2002). Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta: Bumi Aksara.

Hamalik, O. (2006). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Hendrian, Dedi. (2016). “Selama 2016, KPAI Catat 1000 Kasus Kekerasan pada Anak”. Tersedia secara online di: http://www.kpai.go.id/berita/8194/ [diakses di Surabaya, Indonesia: 20 Mei 2017].

Hidayatullah, M. Furqon. (2010). Guru Sejati: Pengembangan Insan Berkarakter Kuat dan Cerdas. Surakarta: Yuma Pustaka.

Jones, E.N., K. Ryan & K. Bohlin. (1998). “Character Education and Teacher Education: How are Prospective Teachers being Prepared to Foster Good Character in Students?” in Action in Teacher Education, Volume 20(4), pp.11-28.

Kemendikbud RI [Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia]. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Kemendikbud RI.

Kemendikbud RI [Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia]. (2017). Modul Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter bagi Guru. Jakarta: Kemendikbud RI.

Kemendiknas RI [Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia]. (2007). Permendiknas RI (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia) Nomor 16 Tahun 2007. Jakarta: Kemendiknas RI.

Kemendiknas RI [Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia]. (2010). Grand Design Pendidikan Karakter. Jakarta: Kemendiknas RI.

“Kisah Perang Candu (Narkoba): Menaklukan Bangsa Indonesia Tanpa Perang”. Tersedia secara online di: http://makassar.tribunnews.com/2017/06/08/kisah-perang-candu-narkoba-menaklukan-bangsa-indonesiatanpa-perang?page=all [diakses di Surabaya, Indonesia: 3 Juli 2017].

Koesoemo, A.D. (2011). Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: PT Grasindo [Gramedia Widiasarana Indonesia].

Leming, J.S. (2000). “Tell Me a Story: An Evaluation of a Literature-Based Character Education Programme” in Journal of Moral Education, Volume 29, pp.413-427.

Leming, J.S. & D. Yendol-Hoppey. (2004). “Experiencing Character Education: Student and Teacher Voices” in Journal of Research in Character Education, Volume 2(1), pp.1-17.

Lickona, Thomas. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Lickona, Thomas. (2013a). Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Peserta Didik Menjadi Pintar dan Baik. Bandung: Nusa Media, diterjemahkan oleh S. Lita & Irfan M. Zakkie.

Lickona, Thomas. (2013b). Mendidik untuk Membentuk Karakter: Bagaimana Sekolah Dapat Memberikan Pendidikan tentang Sikap Hormat dan Bertanggungjawab. Jakarta: Bumi Aksara, diterjemahkan oleh Juma Abdu Wamaungo.

Mangkunegara, A.A.A.P. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Marzuki. (2013). “Pengintegrasian Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran di Sekolah”. Tersedia secara online di: http://magister-pendidikan.blogspot.co.id [diakses di Surabaya, Indonesia: 3 Juli 2017].

Mathison, C. (1998). “How Teachers Feel about Character Education: A Descriptive Study” in Action in Teacher Education, Volume 20(4), pp.29-38.

McClellan, B.W. (1999). Moral Education in America: Schools and the Shaping of Character from Colonial Times to the Present. New York: Teachers College Press.

Megawangi, Ratna. (2004). Pendidikan Karakter: Solusi yang Tepat untuk Membangun Bangsa. Jakarta: Indonesia Heritage Foundation.

Moleong, Lexy J. (2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhadjir, N. (2000). Ilmu Pendidikan dan Perubahan Sosial: Teori Pendidikan Perilaku Sosial Kreatif. Yogyakarta: Rake Sarasin.

Mulyasa, E. (2006). Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyatiningsih, E. (2011). Analisis Model-model Pendidikan Karakter untuk Usia Anak-anak, Remaja, dan Dewasa. Yogyakarta: Penerbit FE UNY [Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta].

Murphy, M.M. (1998). Character Education in America’s Blue Ribbon Schools: Best Practices for Meeting the Challenge. Lancaster, PA: Technomic.

Musfah, Jejen. (2011). Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan dan Sumber Belajar: Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Naga, D.S. (2007). “Tanggung Jawab Sekolah dan Perguruan Tinggi di Bidang Pendidikan”. Makalah disampaikan pada Seminar Pendidikan Indonesia oleh GAPENDI (Lembaga Pengembangan Pendidikan Indonesia) di Jakarta, pada tanggal 30 April.

Nawaji. (2015). “Pengembangan Rancangan Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar”. Disertasi Doktor Tidak Diterbitkan. Malang: PPs UM [Program Pasacasarjana, Universitas Negeri Malang].

Nugroho, Yanuar et al. (2013). Media dan Kelompok Rentan di Indonesia: Kisah dari yang Terpinggirkan dan Tersisihkan. Jakarta: Centre for Innovation Policy and Governance, Edisi Bahasa Indonesia.

Prasetyo, Zuhdan K. (2011). “Kurikulum dan Pembelajaran Sains dalam Membangun Peradaban Bangsa”. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Sains di UNKHAIR (Universitas Khairun) di Ternate, Maluku Utara, Indonesia, pada tanggal 15 Januari. Tersedia secara online juga di: http://staffnew.uny.ac.id/upload/131453197/pengabdian [diakses di Surabaya, Indonesia: 20 Mei 2017].

Prochaska, J.O., C.C. DiClemente & J.C. Norcross. (1992). “In Search of How People Change: Applications to the Addictive Behaviors” in American Psychologist, Volume 47, pp.1102-1114.

Puspitasari, Euis. (2014). “Pendekatan Pendidikan Karakter” dalam Jurnal Edueksos, Vol.III, No.2 [Juli-Desember]. Tersedia secara online juga di: http://download.portalgaruda.org/article.php?article [diakses di Surabaya, Indonesia: 20 Mei 2017].

Rahayu, Dita. (2015). “Krisis Moral Remaja pada Era Globalisasi”. Tersedia secara online di: https://www.kompasiana.com/ditarahayu/makalah-krisis-moral [diakses di Surabaya, Indonesia: 20 Mei 2017].

Rokhman, Fathur. (2013). “Pendidikan Karakter untuk Generasi 2045: Gerakan Pemantapan Karakter Bangsa Menuju Tahun Emas Indonesia” dalam Nasionalisme dan Karakter Bangsa. Semarang: FIS UNNES [Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang], hlm.1-20.

Rusman. (2012). Model-model Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Rydell, A.M. et al. (1997). “Measurement of Two Social Competence Aspect in Middle Childhood” in Journal of Development Psychology, Volume 33(5), pp.824-833.

Sagala, Syaiful. (2009). Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Samani, M. & Hariyanto. (2011). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sanjaya, W. (2008). Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Setneg RI [Sekreariat Negara Republik Indonesia]. (2005a). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Setner RI.

Setneg RI [Sekretariat Negara Republik Indonesia]. (2005b). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Setneg RI.

Slavin, R.E. (1994). Educational Psychology. Englewood Cliffts, New Jersey: Prentice-Hall, Inc., 3rd edition.

Smith, A. (1987). An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation. Chicago: The University of Chicago Press.

Sudradjat, A. (2011). “Mengapa Pendidikan Karakter?” dalam Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun I, Nomor 1 [Oktober].

Sukadi. (2007). Guru Powerful: Guru Masa Depan. Bandung: PT Kolbu.

Surya, M. (2003). “Mengapa Pendidikan Karakter?” dalam Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran. Bandung: Yayasan Bhakti Winaya.

Syah, M. (2001). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Tilaar, H.A.R.R. (2002). Membenahi Pendidikan Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.

Torres, Carlos Alberto. (1998). Democracy, Education, and Multiculturalism: Dilemmas of Citizenship in a Global Word. New York: Roman and Littlefield Publisher.

Trilling, B. & P. Hood. (1999). “Learning, Technology, and Education Reform in the Knowledge Age or We're Wired, Webbed, and Windowed, Now What?” in Educational Technology, Issue of May-June, pp.5-18.

Turmuzi, Ahmad. (2015). “Peranan Guru dalam Pengembangan Pendidikan Karakter di Sekolah”. Tersedia secara online di: https://www.kompasiana.com/ahmadturmuzi/peranan-guru [diakses di Surabaya, Indonesia: 20 Mei 2017].

Ulum, M.M. (2007). “Rekonseptualisasi dan Reposisi Guru di Era Globalisasi” dalam Jurnal At-Ta’dib, Vol.3, No.1 [Shafar] 1428 AH [Anno Hijriyah].

Usman, Moh Uzer. (2004). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Utomo, Budi. (2011). “Pendidikan Guru Berbasis Nilai-nilai Islami dalam Rangka Mewujudkan Lembaga Pendidikan sebagai Pusat Pembudayaan dan Membentuk Karakter Bangsa”. Makalah disajikan di Pascasarjana UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung.

Veugelers, W. (2010). Education and Humanism: Linking Autonomy and Humanity. Switzerland: Sense Publishers.

Wahab, A.A. (2007). Metode dan Model-model Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandung: CV Alfabeta.

Widyaningsih, T.S., Zamroni & D. Zuchdi. (2014). “Internalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Karakter pada Siswa SMP dalam Perspektif Fenomenologis: Studi Kasus di SMP 2 Bantul” dalam Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, Vol.2, No.2, hlm.181-195.

Widyaningsih, T.S. (2014). “Internalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Karakter pada Siswa SMP dalam Perpektif Fenomenologis” dalam Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, pp.181-195.

Wijaya, Etistika Yuni, Dwi Agus Sudjimat & Amat Nyoto. (2016). “Transformasi Pendidikan Abad 21 sebagai Tuntutan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Era Global” dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika 2016, Volume 1. Tersedia juga secara online di: http://repository.unikama.ac.id/840/32/263-278%20TRANSFORMASI [diakses di Surabaya, Indonesia: 20 Mei 2017].

Winkel, W.S. (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta: PT Gramedia, Terjemahan.

Zubaedi. (2012). Desain Pendidikan Karakter. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons

SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan is published by Minda Masagi Press. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Sharealike 4.0.

Stats Counter