Tahu Sumedang sebagai Makanan Orang Sunda yang Sehat dan Bergizi: Sebuah Studi Ilmu Sosial untuk Kesehatan

Junardi Harahap

Abstract


RESUME: Masyarakat Sunda di Jawa Barat telah menjadikan tahu Sumedang sebagai makanan favorit dan merupakan menu sehari-hari yang tak terpisahkan dari masakan khas dan tradisional bagi masyarakat Indonesia. Fungsi produksi, konsumsi, dan distribusi terhadap tahu Sumedang yang dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat telah menciptakan sistem ekonomi yang ada didalam masyarakat, khususnya dalam manajemen wisata kuliner. Tahu Sumedang sangat penting fungsi dan peranannya dalam kehidupam masyarakat Sunda pada khususnya dan masyarakat Indonesia, dan bahkan dunia, pada umumnya. Jika dikelola dan dipasarkan secara baik dan profesional, maka pembuatan tahu Sumedang akan mengalami peningkatan yang luar biasa, yang pada gilirannya membawa kesejahteraan bagi masyarakat di satu sisi, serta bagi kesehatan masyarakat di sisi lain, karena tahu telah menjadi bagian integral dalam pola dan menu makanan sehari-hari secara massal. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan penjelasan deskriptif, kajian ini menunjukan bahwa kesehatan dan kesejahteraan adalah dua hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Makanan yang sehat merupakan dambaan masyarakat, dan makanan yang bisa diproduksi, didistribusi, dan dikonsumsi secara massal juga pada gilirannya akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. Dalam konteks ini, tahu Sumedang adalah jenis makanan yang sangat penting, karena bisa mendatangkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penelitin dan kajian terhadap tahu Sumedang tidak hanya melibatkan ilmu-ilmu sains murni dan kesehatan masyarakat, tetapi juga ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan, mengingat dampaknya yang luas bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

KATA KUNCI: Tahu Sumedang; Kesehatan; Kesejahteraan; Masyarakat Sunda; Makanan Tradisional. 

ABSTRACT: “Sumedang Tofu as Healthy and Nutritious Food for Sundanese People: A Study of Social Science for Health”. Sundanese people in West Java have made Sumedang tofu as a favorite food and as an everyday menu that is inseparable of traditional cuisine for the people of Indonesia. The function of production, consumption, and distribution of Sumedang tofu conducted from, by, and for community has created the existing economic system in society, especially in culinary tourism management. Sumedang tofu has very important function and its role in life of Sundanese society in particular and Indonesian society, and even world, in general. If managed and marketed properly and professionally, Sumedang tofu will a remarkable increase, which in turn brings prosperity to the community on the one hand, as well as to public health on the other, due to tofu has become an integral part of the diet and pattern food everyday for massive society. By using qualitative method with descriptive explanation, this study shows that health and welfare are two things that are needed by society. Healthy food is the desire of society, and foods that can be produced, distributed, and consumed as massive will also in turn bring welfare to society. In this context, Sumedang tofu is a very important type of food, because it can bring health and welfare of the community. Therefore, the study of Sumedang tofu not only involves the pure science and public health, but also the social sciences and humanity, due to it is wide impact on the health and welfare of society.

KEY WORD: Sumedang Tofu; Health; Welfare; Sundanese People; Traditional Food.

About the Author: Dr. Junardi Harahap adalah Dosen di Departemen Antropologi FISIP UNPAD (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran) Bandung, Kampus UNPAD Jatinangor, Jalan Raya Jatinangor Km.21, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia. Untuk kepentingan akademik, penulis bisa dihubungi dengan alamat emel: junardiharahap@gmail.com

How to cite this article? Harahap, Junardi. (2017). “Tahu Sumedang sebagai Makanan Orang Sunda yang Sehat dan Bergizi: Sebuah Studi Ilmu Sosial untuk Kesehatan” in SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Vol.10(1) May, pp.117-128. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press owned by ASPENSI, ISSN 1979-0112.

Chronicle of the article: Accepted (March 2, 2017); Revised (April 15, 2017); and Published (May 30, 2017).


Keywords


hu Sumedang; Kesehatan; Kesejahteraan; Masyarakat Sunda; Makanan Tradisional

Full Text:

PDF

References


Abadi, M. Masyhur. (2007). “Cross Marriage: Sebuah Model Pembauran Budaya Antar Komunitas Cina, Arab, India, Jawa, dan Madura di Sumenep Kota” dalam Jurnal Karsa, Vol.12(2), Oktober. Tersedia secara online juga di: http://download.portalgaruda.org/article.php?article [diakses di Bandung, Indonesia: 1 November 2016].

Alamsyah. (2011). Manajemen Pelayanan Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Anita et al. (2015). “Cara Pembuatan Tahu”. Makalah Tidak Diterbitkan. Tersedia secara online juga di: https://www.slideshare.net/AyangAyg/makalah-pembuatan-tahu [diakses di Bandung, Indonesia: 1 November 2016].

Arianto, Nurcahyo Tri. (2011). “Pola Makan Mie Instan: Studi Antropologi Gizi pada Mahasiswa Antropologi FISIP UNAIR”. Tersedia secara online di: http://web.unair.ac.id/admin/file/f_34835_31mie.pdf [diakses di Bandung, Indonesia: 1 November 2016].

Arisman. (2009). Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG.

Bauer, Arnold J. (2007). “Review by Arnold J. Bauer” in Journal of Latin American Studies, Vol.39, No.3 [August], pp.666-668. Published by Cambridge University Press. Available online also at: http://www.jstor.org/stable/40056554 [accessed in Bandung, Indonesia: May 7, 2016].

Cahyani. (2012). “Sosial, Budaya, dan Kesehatan”. Tersedia secara online di: www.social/co/id [diakses di Bandung, Indonesia: 1 November 2016].

Dabke, K.P. & K.M. Thomas. (1992). “Expert System Guidance for Library Users” in Library Hi Tech, Vol.10(1-2), pp.53-60.

Dawis, Aimee. (2010). Orang Indonesia Tionghoa Mencari Identitas. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Foster, George M. & Barbara G. Anderson. (1986). Antropologi Kesehatan. Jakarta: UI [Universitas Indonesia] Press, terjemahan Priyanti Pakan Suryadarma & Meutia F. Hatta Swasono.

Ganie, Suryatini N. (2012). “From Doufu to Tahu” in newspaper of The Jakarta Post. Jakarta: 7 January.

Garna, Judistira K. (2008). Budaya Sunda: Melintasi Waktu Menantang Masa Depan. Bandung: Lembaga Penelitian UNPAD [Universitas Padjadjaran] dan The Judistira Garna Foundation, cetakan ketiga, edisi revisi.

Hapsari, Endah. (2013). “Tiga Tips Sukses Goreng Tahu Sumedang Sendiri“ dalam Republika Online. Jakarta: 27 Desember.

Harahap, Junardi. (2015). “Back to Traditional Foods the Natural: Food for Body and Medicine (Mixture Analysis of Chemical Substances Illegal Carrying Strange Disease)” in Proceedings of the 2015 ICBTS International Academic Research Conference in Europe & America.

Hartini, T. Ninuk S. et al. (2005). “The Importance of Eating Rice: Changing Food Habits among Pregnant Indonesian Women during the Economic Crisis” in Social Science & Medicine, Volume 61, Issue 1 [July], pp.199-210.

Hasibuan, Zainal A. (2007). Metodologi Penelitian pada Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi: Konsep, Teknik, dan Aplikasi. Jakarta: Fakultas Ilmu Komputer UI [Universitas Indonesia].

Hong, Lie Goan. (1985). “Pola Makan di Indonesia” dalam S. Karjati, A. Alisyahbana & J.A. Kusin [eds]. Aspek Kesehatan dan Gizi Anak Balita. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, hlm.73-86.

Iqbal, Muhammad. (2007). “Budaya Kerja Bangsa Jepang”. Tersedia secara online di: http://muhamadqbl.blogspot.co.id/2009/05/budaya-kerja-bangsa-jepang.html [[diakses di Bandung, Indonesia: 2 Maret 2017].

Jerome, N.W., R.F. Kandel & G.H. Pelto [eds]. (1980). Nutritional Antropology. New York: Redgrave.

Kalangi, Nico S. (1985). “Makanan sebagai suatu Sistem Budaya: Beberapa Pokok Perhatian Antropologi Gizi” dalam Koentjaraningrat & A.A. Loedin [eds]. Ilmu-ilmu Sosial dalam Pembangunan Kesehatan. Jakarta: PT Gramedia, hlm.42-53.

Kim, Young Soon et al. (2007). “The Effect of Oyster Shell Powder on the Extension of the Shelf Life of Tofu” in Food Chemistry, Volume 103, Issue 1, pp.155-160.

Koentjaraningrat. (2002). Pengantar Anthropologi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Kuo, Margaret. (2012). “Spousal Abuse: Divorce Litigation and the Emergence of Rights Consciousness in Republican China” in Modern China, Vol.38, No.5 [September], pp.523-558. Published by Sage Publications, Inc. Available online also at: http://www.jstor.org/stable/41702469 [accessed in Bandung, Indonesia: May 5, 2016].

Lan, Lawrence W., Wei-Wen Wu & Yu-Ting Lee. (2012). “Promoting Food Tourism with Kansei Cuisine Design” in PROCEDIA: Social and Behavioral Sciences, Volume 40, pp.609-615.

Lankov, Andrei & Kim Seok-Hyang. (2008). “North Korean Market Vendors: The Rise of Grassroots Capitalists in a Post-Stalinist Society” in Pacific Affairs, Vol.81, No.1 [Spring], pp.53-72. Published by Pacific Affairs, University of British Columbia. Available online also at: http://www.jstor.org/stable/40377482 [accessed in Bandung, Indonesia: May 7, 2016].

Larochelle, Marie-Michelle. (2007). “White Rice” in CALLALOO: The Cultures and Letters of the Black, Vol.30, No.2 [Spring], pp.628-636. Published by the Johns Hopkins University Press. Available online also at: http://www.jstor.org/stable/30129777 [accessed in Bandung, Indonesia: May 7, 2016].

Limando, I., B.M. Soewito & A. Yuwono. (2015). “Perancangan Buku Visual tentang Tempe sebagai Salah Satu Makanan Masyarakat Indonesia”. Tersedia secara online di: http://download.portalgaruda.org/article.php?article [diakses di Bandung, Indonesia: 7 Mei 2016].

Lowenberg, M.E. (1970). Food and Man. New York: John Wiley & Sons.

“Makanan: 6 Manfaat dan Khasiat Tahu Sumedang untuk Kesehatan”. Tersedia secara online di: http://www.khasiat.co.id/makanan/tahu-sumedang.html [diakses di Bandung, Indonesia: 7 Mei 2016].

Maridi. (2015). “Mengangkat Budaya dan Kearifan Lokal dalam Sistem Konservasi Tanah dan Air”. Makalah dalam Seminar Nasional XII Pendidikan Biologi FKIP UNS di Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Tersedia secara online juga di: http://download.portalgaruda.org/article.php?article [diakses di Bandung, Indonesia: 2 Maret 2017].

Martianto, Drajat & Mewa Ariani. (2004). “Analisis Perubahan Konsumsi dan Pola Konsumsi Pangan Masyarakat Indonesia dalam Dekade Terakhir”. Makalah disampaikan pada Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi di Hotel Bidakara, Jakarta, pada tangga1 17-19 Mei.

Muslihatin, Leni Ambar. (2010). “Warisan Budaya Bendawi Korea: Kajian Strategi Kebudayaan dalam Perlindungan Warisan Budaya di Korea Selatan”. Skripsi Sarjana Tidak Diterbitkan. Depok: FIB UI [Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia]. Tersedia secara online juga di: http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20160990-RB15L114w-Warisan%20budaya.pdf [diakses di Bandung, Indonesia: 2 Maret 2017].

Notoatmodjo. (2007). Kesehatan Masyarakat, Ilmu, dan Seni. Jakarta: Karya Medika.

Pilcher, Jeffrey M. (2006). The Sausage Rebellion: Public Health, Private Enterprise, and Meat in Mexico City. Albuquerque, NM: University of New Mexico Press.

Reckert, Stephen. (2008). “The Other Latin” in Comparative Literature, Vol.60, No.1 [Winter], pp.58-73. Published by Duke University Press on behalf of the University of Oregon. Available online also at: http://www.jstor.org/stable/40279395 [accessed in Bandung, Indonesia: May 7, 2016].

Santoso, H.B. (1995). Pembuatan Tempe dan Tahu Kedelai. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Saptandari, Pinky. (2004). “Analisis Sosial-Budaya Gizi dan Kesehatan Masyarakat Jawa Timur”. Makalah disusun sebagai persyaratan peserta Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) ke VIII, di Hotel Bidakara, Jakarta, pada tanggal 17-19 Mei.

Saragih, Y.P. & B. Sarwono. (2001). Membuat Aneka Tahu. Depok: Penebar Swadaya.

Sofyan, Eko Hendrawan. (2012). “Tahu Sumedang: Lezat Berkat Air Tampomas” dalam suratkabar Kompas. Jakarta: 7 Januari.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Suhardjo. (1995). “Mewaspadai Pergeseran Pola Konsumsi Pangan Penduduk Perkotaan” dalam Jurnal Pangan, Vol.22(6). Jakarta: Penerbit BULOG [Badan Urusan Logistik].

Sulaiman, Alawi et al. (2014). “Enhancing the Halal Food Industry by Utilizing Food Wastes to Produce Value-Added Bioproducts” in PROCEDIA: Social and Behavioral Sciences, Volume 121 [March], pp.35-43.

Sumanto. (1995). Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Yogyakarta: UNY [Universitas Negeri Yogyakarta] Press.

Suriadi, Ukim & Erni Susanti. (2010). Membuat Tahu Sumedang ala Bungkeng. Bogor: Agro Media.

Vartanian, Lenny R. (2015). “Impression Management and Food Intake: Current Directions in Research” in Appetite, Vol.86, No.1 [March], pp.74-80.

Vitasurya, Vincentia Reni. (2016). “Local Wisdom for Sustainable Development of Rural Tourism: Case on Kalibiru and Lopati Village, Province of Daerah Istimewa Yogyakarta” in PROCEDIA: Social and Behavioral Sciences, Volume 216, January, pp.97-108.

Wawancara dengan Responden A, seorang pengusaha tahu, di Sumedang, Jawa Barat, Indonesia, pada tanggal 3 Juli 2016.

Wawancara dengan Responden B, seorang penjual tahu, di Sumedang, Jawa Barat, Indonesia, pada tanggal 10 Juli 2016.

Wawancara dengan Responden C, seorang konsumen tahu, di Sumedang, Jawa Barat, Indonesia, pada tanggal 17 Juli 2016.

Winanti, Poppy S. (2012). “Literature Review”. Tersedia secara online di: http://poppysw.staff.ugm.ac.id/posts/fyi/literature-review [diakses di Bandung, Indonesia: 2 Maret 2017].

Wright, Wynne & Elizabeth Ranson. (2005). “Stratification on the Menu: Using Restaurant Menus to Examine Social Class” in Teaching Sociology, Vol.33, No.3 [July], pp.310-316. Published by American Sociological Association. Available online also ya: http://www.jstor.org/stable/4127594 [accessed in Bandung, Indonesia: May 7, 2016].

Xiao, Jiwei. (2013). “Nature, Woman, and Lyrical Ambiguity in Shen Congwen's Writin” in SOURCE: Rocky Mountain Review, Vol.67, No.1 [Spring], pp.41-60. Published by Rocky Mountain Modern Language Association. Available online also at: http://www.jstor.org/stable/23609964 [accessed in Bandung, Indonesia: May 7, 2016].

Yamaguchi, Tomiko & Fumiaki Suda. (2010). “Changing Social Order and the Quest for Justification: GMO Controversies in Japan” in Science, Technology & Human Values, Vol.35, No.3 [May], pp.382-407. Published by Sage Publications, Inc. Available online also at: http://www.jstor.org/stable/27862467 [accessed in Bandung, Indonesia: May 7, 2016].

Yuniawati, R. & R.A. Koswara [eds]. (2010). Sentra Bisnis Jawa Barat: Panduan Wisata Belanja dan Kuliner Khas Jawa Barat. Jakarta: Trans Media.

Zhu, Qiaomei et al. (2016). “Effect of Magnesium Salt Concentration in Water-in-Oil Emulsions on the Physical Properties and Microstructure of Tofu” in Food Chemistry, Volume 201 [June], pp.197-204.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons

SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan is published by Minda Masagi Press. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Sharealike 4.0.