Local Intruction Theory dalam Pendidikan Matematika Realistik untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Logis

Tatang Supriatna, Darhim Darhim, Turmudi Turmudi

Abstract


ABSTRAKSI: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesulitan belajar Matematika dan perbedaan peningkatan kemampuan berpikir logis siswa, yang diberi perlakuan pembelajaran LIT (Local Instruction Theory) dengan pendekatan PMR (Pendidikan Matematika Realistik) dengan siswa yang hanya diberi pendekatan PMR saja. Metode penelitian berupa “design research”, dengan subjek penelitian berjumlah 184 siswa SMP (Sekolah Menengah Pertama), yang berasal dari peringkat sekolah yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan belajar yang dialami siswa SMP adalah karena sulit dalam memahami variabel, koefisien, dan konstanta; sulit membaca maksud soal, sulit menyusun strategi dalam menyelesaikan soal; sulit dalam proses perhitungan; dan masih salah dalam penulisan persamaan. Peningkatan kemampuan berpikir logis siswa yang pembelajarannya menggunakan LIT dalam PMR ternyata lebih tinggi daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan PMR saja. Perlu kajian lanjutan untuk melihat pengaruh penggunaan LIT dalam PMR terhadap kemampuan Matematis lainnya dan pada berbagai level sekolah.

KATA KUNCI: Local Instruction Theory; Kesulitan Belajar; Pendidikan Matematika Realistik; Siswa SMP; Berpikir Logis. 

ABSTRACT: “The Local Instruction Theory in Realistic Mathematics Education for Improving the Ability of Logical Thinking”. The objective of this study was to determine the Mathematical learning difficulties and differences increase students' ability to think logically whose treated by learning approach LIT (Local Instruction Theory) with RME (Realistic Mathematics Education) and students treated by PMR learning approach only. The research method in the form of design research, with research subjects totaling 184 of JHS (Junior High School) students, derived from different school rankings. The research findings show that the difficulties of learning experienced by JHS students were caused by difficult to understand the variables, coefficients, and constants; difficult to read, to interpret the intent problems, to strategize in solving problems; difficult in the process of calculation; and still wrong in writing the equation. The increasing of logical thinking ability of students in learning to use LIT with RME is higher than students whose learning by using RME only. A further study is required to see the effect of using LIT with RME towards other Mathematical skills and at various school levels.

KEY WORD: Local Instruction Theory; Difficulty Learning; Realistic Mathematics Education; Junior High School Students; Logical Thinking.

    

About the Authors: Tatang Supriatna adalah Mahasiswa SPs UPI (Sekolah Pasca Sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia), Jalan Dr. Setiabudhi No.229 Bandung 40154, Jawa Barat, Indonesia. Prof. Dr. Darhim dan Prof. Dr. Turmudi adalah Dosen SPs UPI di Bandung. Untuk kepentingan akademik, penulis bisa dihubungi dengan alamat emel: aenwae@yahoo.co.id, darhim55@yahoo.com, dan turmudi@upi.edu

How to cite this article? Supriatna, Tatang, Darhim & Turmudi. (2017). “Local Intruction Theory dalam Pendidikan Matematika Realistik untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Logis” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.2(2), September, pp.173-184. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online).

Chronicle of the article: Accepted (April 26, 2017); Revised (June 30, 2017); and Published (September 30, 2017).


Keywords


Local Instruction Theory; Kesulitan Belajar; Pendidikan Matematika Realistik; Siswa SMP; Berpikir Logis

Full Text:

PDF

References


Aminah, M. (2011). “Mengembangkan Kemampuan Berpikir Logis Matematis melalui Pembelajaran Metakognitif”. Makalah pada Sekolah Pascasarjana UPI [Universitas Pendidikan Indonesia) di Bandung.

Baroody, A.J. et al. (2010). “Fostering at-Risk Primary-Grade Children’s Fluency with Basic Addition Combinations”. Paper presented at the Annual Meeting of the Society for Research on Educational Effectiveness in Washington, D.C.

Barrett, B. et al. (2011). Learning Trajectories in Mathematics. USA [United States of America]: CPRE Publishers.

Brouseau, G. (1997). Theory of Didactical Situation in Mathematics. Dordrecht: Kluwer Academic Publishers.

Cai, J., M.S. Jakabcsin & S. Lane. (1996). “Assessing Students’ Mathematical Communication” in School Science and Mathematics, Vol.96(5), May. Available online also at: http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.911.3460&rep=rep1&type=pdf [diakses di Bandung, Indonesia: 21 Februari 2017].

Clement, D.H. (2009). “Learning Trajectories in Early Mathematics: Sequences of Acquisition and Teaching” in Encyclopedia of Language and Literacy Development, pp.1-7.

Confrey, J. & A. Maloney. (2010). “The Construction, Refinement, and Early Validation of the Equipatitioning Learning Trajectory” in Journal of ICLS, Vol.1, pp.968-975.

Darhim. (2012). “Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Matematika”. Tersedia secara online di: http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._MATEMATIKA/195503031980021-DARHIM/Media_Pemb_Mat/PengembanganBahanAjar.pdf [diakses di Bandung, Indonesia: 15 Febrari 2017].

Dewi, K.I.S. & Kusrini. (2014). “Analisis Kesalahan Siswa Kelas VIII dalam Menyelesaikan Soal pada Materi Faktorisasi Bentuk Aljabar” dalam Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika.

Eksan et al. (2014). “Penerapan Inkuri Terbimbing” dalam Jurnal FKIP UNILA. Lampung: FKIP UNILA [Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Lampung].

Empson, H. (2011). “On the Idea of Learning Trajectories: Promises and Pitfalls” in Journal of the Mathematisc Enthusiats.

Fuadi, K.J. & R. Munzir. (2016). “Peningkatkan Kemampuan Pemahaman dan Penalaran Matematis melalui Pendekatan Kontekstual” dalam Jurnal Didaktika Matematika, Vol.3, No.1.

Gall, M.D., W.R. Borg & J.P. Gall. (2003). Educational Research: An Introduction. USA [United States of America]: Pearson Education, Inc.

Gravemeijer, K. & P. Cobb. (2006). “Design Research: From a Learning Design Perspective” in Educational Design Research, pp.17-55.

Handayani, Dwi Aprilia. (2013). “Penalaran Kreatif Matematis” dalam Jurnal Pengajaran MIPA, Vol.18, No.2.

Happy, N. & B.D. Widjajanti. (2014). “Keefektifan PBL Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematis, serta Self-Esteem Siswa SMP” dalam Jurnal Riset Pendidikan Matematika, Vol.1, No.1.

Hidayat, D., U. Umbara & E.V.W. Puadi. (2016). “Pengembangan Disain Didaktis Persaman Linier Satu Variabel pada Pembelajaran Matematika di MTsN Model Cigugur” dalam Jurnal Matematika Ilmiah, Vol.2, No.2.

Hidayat, W. & U. Sumarmo. (2013). “Kemampuan Komunikasi dan Berpikir Logis Matematika serta Kemandirian Belajar” dalam Jurnal Delta-fi, Vol.2, No.1.

Hutagaol, K. (2013). “Innovations in Science and Mathematics Education” dalam Jurnal Infinity, Vol.2, No.1.

Ismail. (2016). “Diagnosis Kesulitan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Aktif di Sekolah” dalam Jurnal Edukasi, Vol.2, No.1.

Khuriyati, L. Hartono & H. Somakin. (2015). “Desain Pembelajaran Menggunakan Operasi Pecahan Menggunakan Kertas Berpetak di Kelas IV” dalam Jurnal Paradikma, Vol.8, No.3.

Larsen, S.P. (2013). “A Local Insructional Theory for the Guided Reinvention of the Group and Isomorphism Concept” in The Journal of Mathematical Behavior. Tersedia secara online juga di: www.elsevier.com/locate/jmathb [diakses di Bandung, Indonesia: 21 Februari 2017].

Lidinillah, D.A.M. (2011). “Design Research sebagai Penelitian Pendidikan: A Theoretical Framework for Action”. Makalah Tidak Diterbitkan. Bandung: UPI [Universitas Pendidikan Indonesia].

Lie, A. (2008). Cooperative Learning: Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta: Gramedia Widia Sarana Indonesia, Terjemahan.

Marlina, R. (2016). “Desain Pembelajaran Kelipatan Persekutuan Terkecil dengan Menggunakan Pendekatan PMRI” dalam Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Vol.1, No.1.

Mulbar. (2015). “Pengembangan Desain Pembelajaran Matematika dengan Memanfaatkan Sistem Sosial Masyarakat” dalam Jurnal Cakrawala Pendidikan, Vol.34, No.2.

Nanang. (2009). “Studi Perbandingan Kombinasi Pembelajaran Kontekstual dan Metakognitif terhadap Kemampuan Pemahaman dan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP”. Disertasi Doktor Tidak Diterbitkan. Bandung: SPs UPI [Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia].

Nuaraini, L., Sujadi & S. Subanti. (2016). “Penalaran Aljabar Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Margoyoso Kabupaten Pati dalam Pemecahan Masalah Matematika” dalam Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, Vol.4, No.6.

Oers. (2012). “Meaningful Cultural Learning by Imitative Participation: The Case of Abstract Thinking in Primary School” in Journal Human Development, Vol.55, No.22. Tersedia secara online juga di: https://research.vu.nl/en/publications/meaningful-cultural-learning-by-imitative-participation-the-case [diakses di Bandung, Indonesia: 18 Februari 2017].

Prahmana, R.C.I. (2016). “Local Instruction Theory: Penelitian Pendidikan Matematika untuk Menumbuhkembangkan Keterampilan Mahasiswa Calon Guru dalam Melakukan Penelitian dan Menulis Karya Ilmiah”. Karya Ilmiah Tidak Diterbitkan.

Pratamasari, R.R. & C.E.T.D. Subanji. (2013). “Penelusuran Kesalahan Siswa dan Pemberian Scaffolding dalam Menyelesaikan Bentuk Aljabar”. Makalah Ilmiah Tidak Diterbitkan.

Predigger, S. (2008). “The Relevance of Didactic Categories for Analysing Obstacles in Conceptual Change: Revisiting the Case of Multiplication of Fractions” in Learning and Instruction: Preliminary Version. Germany: IEEM – Institute for Development and Research in Mathematics Education, University of Dortmund. Tersedia secara online juga di: www.prediger@math.uni-dortmund.de [diakses di Bandung, Indonesia: 9 Oktoner 2016].

Rosnawati, R. (2013). “Kemampuan Penalaran Matematika Siswa SMP Indonesia pada TIMSS 2011” dalam Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA di Fakultas MIPA UNY [Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta], pada tanggal 18 Mei.

Santi, D., T. Sugiarti & A. Indah. (2015). “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Realistrik pada Pokok Bahasan Lingkaran di Kelas VIII” dalam Jurnal Kadikma, Vol.6, No.1.

Setiawati, E. (2011). “Hambatan Epistimologis dalam Persamaan Kuadrat pada Siswa Madrasah Aliyah” dalam Proceeding International Seminar and the Fourth National Conference on Mathematics Education.

Supriatna, T. (2011). “Disain Didaktis Luas Daerah Segitiga Sekolah Menengah Pertama untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah”. Laporan Penelitian Tidak Diterbitkan. Bandung: LPPM UPI [Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pendidikan Indonesia].

Suryadi, D. (2010). “DDR dalam Pengembangan Pembelajaran Matematika”. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Pembelajaran MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) di UM (Universitas Negeri Malang).

Suryadi, D. (2011). “Didactical Design Research (DDR) dalam Pengembangan Pembelajaran Matematika”. Makalah pada Join-Conference UPI-UiTM di Bandung, pada tanggal 25 April.

Susanti, E., N.I. Parta & D.T. Chandra. (2013). “Profil Berpikir Siswa dalam Mengkontruksi Ide-ide Matematis Berdasarkan Taksonomi Solo”. Makalah disajikan dalam KNPM (Konferensi Nasional Pendidikan Matematika) V, diselenggarakan oleh Himpunan Matematika Indonesia.

Utari, S.R., I.I.R. Putri & Y. Hartono. (2015). “Konteks Kebudayaan Palembang untuk Mendukung Kemampuan Bernalar Siswa SMP pada Materi Perbandingan” dalam Jurnal Didaktik Matematika, Vol.2, No.2.

Victoria, J. et al. (2007). “Professional Development Focused on Children's Algebraic Reasoning in Elementary School” in Journal for Research in Mathematics Education, Vol.38, No.3. Tersedia secara online juga di: http://www.jstor.org/stable/30034868?seq=1#page_scan_tab_contents [diakses di Bandung, Indonesia: 19 Februari 2017].

Wadifah. (2010). “Hambatan Epistimologis dalam Memahami Konsep Luas Daerah Segitiga”. Karya Ilmiah Tidak Diterbitkan. Bandung: UPI [Universitas Pendidikan Indonesia].

Wawancara dengan Responden A, seorang Guru Matematika SMP (Sekolah Menengah Pertama) di Bandung, Jawa Barat, Indonesia, pada tanggal 2 Oktober 2016.

Wawancara dengan Responden B, seorang Guru Matematika SMP (Sekolah Menengah Pertama) di Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia, pada tanggal 9 Oktober 2016.

Wawancara dengan Responden C, seorang Guru Matematika SMP (Sekolah Menengah Pertama) di Sumedang, Jawa Barat, Indonesia, pada tanggal 16 Oktober 2016.

Widjaja, W. (2008). “Local Intruction Theory on Decimals: The Case of Indonesian Pre-Service Teachers”. Unpublished Ph.D. Dissertation. Merbourne: Graduate School of Education, University of Melbourne, Australia.

Yanti, W., Y. Hartono & Somakin. (2016). “Desain Pembelajaran Peluang dengan Pendekatan PMRI: Menggunakan Kupon Undian untuk Siswa Kelas VII” dalam Jurnal Elemen, Vol.2, No.1.

Zabeta, Hartono & Putri. (2015). “Desain Pembelajaran Materi Pecahan Menggunakan Pendekatan PMRI” dalam BETA: Jurnal Tadris Matematika.

Zulkardi & R.I. Putri. (2010). “Pengembangan Blog Support untuk Membantu Siswa dan Guru Matematika dalam Belajar Pendidikan Matematika Realistik Indonesia” dalam JIPP: Jurnal Inovasi Perekayasa Pendidikan, Vol.2(1), hlm.1-24.

Zulkardi et al. (2013). “Developing a Local Instruction Theory for Learning: The Concept of Angle through Visual Field Activities and Spatial Representations” in International Education Studies, Vol.6, No.2, p-ISSN 1913-9020 and e-ISSN 1913-9039, published by Canadian Center of Science and Education.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

View My Stats